oleh

Gereja Bantah Isu Kematian Pdt M Pattiasina

TIMIKA – Sekretaris Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Smirna, Timika Indah, Recky Mokodongan meluruskan isu terkait meninggalnya Pdt M Pattiasina yang disebabkan oleh virus corona.

Kata dia, Pdt M Pattiasina yang merupakan Gembala Sidang GPdI Smirna, meninggal disebabkan karena gagal ginjal, bukan karena virus tersebut.

“Hasil pemeriksaan medis menunjukan bahwa bapak pendeta meninggal karena gagal ginjal. Sebelumnya hendak dilakukan cuci darah, namun karena Tuhan berkehendak lain, sebelum cuci darah beliau dipanggil Tuhan,” jelas Recky dalam rilis tertulis yang diterima Radar Timika, Minggu (12/4) malam.

Kata dia, isu meninggalnya Pdt. M. Pattiasina karena virus corona sangat merugikan nama baik gereja dan jemaat. Karena dampak dari isu tersebut mengakibatkan sejumlah jemaat diminta untuk mengisoliasi diri dari tempat kerjanya.

“Rilis terbaru dari tim gugus tugas covid-19 Mimika tertanggal 11 April 2020, tidak ada inisial dari almarhum. Jadi mohon untuk tidak menebarkan isu tidak bertanggungjawab yang merugikan kami,” jelas Recky.

Ia menambahkan, almarhum dikebumikan di halaman gereja, bukan di pekuburan umum maupun pekuburan khusus covid. Menurutnya, ini menandakan bahwa almarhum negatif.

Recky menegaskan, untuk mengikuti anjuran Pemerintah proses pemakaman tidak melibatkan banyak orang. Jemaat dilarang datang ke gereja. Hanya menonton via live Facebook.

“Kami tau bahwa jemaat punya kerinduan untuk menghadiri proses pemakaman, tapi kami larang karena mengikuti anjuran pemerintah, Sosial Distancing maupun Physical Distancing, untuk itu hanya dihadiri keluarga dan majelis gereja, lain dari itu tidak diperkenankan,” tegasnya.

Ia berharap, isu ini dihentikan karena keluarga dan jemaat sudah bersedih dengan kepergian almarhum karena tidak dapat mengikuti proses pemakaman. “Malah ditambah lagi dengan fitnah keji yang dihembuskan orang-orang tak bertanggungjawab,” sambungnya.

“Sekali lagi, kita lihat saja data dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, sama sekali tidak ada nama beliau, jadi saya harap isu ini dihentikan. Apabila dikemudian hari setelah penegasaan ini masih ada yang menghembuskan isu ini, kami akan proses hukum,” pungkas Recky Mokodongan. (*/sms)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *