oleh

Gugus Tugas Covid-19: Status di Mimika Bisa Saja Naik Menjadi Tanggap Darurat

TIMIKA – Pemerintah Provinsi Papua sudah meningkatkan status darurat menjadi tanggap darurat bencana Covid-19. Nampaknya Pemerintah Kabupaten Mimika juga segera mengikuti langkah Pemprov, mengingat semakin bertambahnya kasus positif di Mimika.

Pj Sekda Mimika, Drs Marthen Paiding, MMT yang ditemui Radar Timika di Kantor Distrik Mimika Timur, Jumat (10/4) lalu mengatakan, perubahan status darurat ini akan menjadi kebijakan pemerintah daerah dalam waktu dekat untuk melakukan penyesuaian.

“Kalau provinsi sudah menyatakan itu berarti seluruh papua. Kita sendiri sudah minta ke Menkes untuk pembatasan sosial. Sehingga instruksi bupati yang kita perbaharui masih berlaku sampai 23 April,” ujar Pj Sekda yang juga Ketua Gugus Tugas.

Hal senada juga disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra bahwa saat ini Pemda Mimika masih memberlakukan status siaga darurat. Tapi tidak menutup kemungkinan beberapa waktu kedepan berdasarkan surat Gubernur Provinsi Papua yang sudah meningkatkan status dari suaga darurat menjadi tanggap darurat.

Pemda Mimika sudah menyiapkan langkah antisipatif jika tanggap darurat diberlakukan. Salah satunya memberi kontribusi kepada masyarakat yang ada di wilayah pinggiran kota Timika maupun pesisir dalam bentuk kompensasi sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19 sehingga tidak perlu lagi datang ke Timika.

Reynold mengatakan, aktivitas masyarakat masih biasa saja. Jika tanpa pengawasan dari aparat keamanan maka masyarakat akan tetap merasa biasa aja. Sehingga ia meminta dengan status darurat apapun, masyarakat harus bijaksana mengingat penyebaran wabah corona di Mimika sudah transmisi lokal.

“Kita tahu  bersama dengan bertambahnya PDP dan ODP beri gambaran buat kita bahwa OTG kontak dengan orang positif ada di sekeliling kita. Mewakili Pemda kami minta masyarakat tetap tinggal di dalam rumah. Ini sudah hari ke-22, trend atau pola penemuan kasus ini baru naik, di lereng belum sampai ke puncak. Mestinya dengan tetap tinggal di rumah, dengan tetap jaga jarak sosial, physical distancing kemudian tetap karantina sehat di rumah dapat mengendalikan atau mengurangi penularan,” terangnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *