oleh

Wabah Corona di Mimika Sudah Transmisi Lokal

TIMIKA – Warga Mimika seharusnya tidak lagi bersikap biasa saja dengan wabah Covid-19. Pasalnya jumlah kasus yang dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan laboratorium terus bertambah dan nyaris menyentuh angka 20.

Sampai Sabtu (11/4) lalu yang merupakan hari ke-22 gugus tugas bekerja,sudah ada 19 kasus positif. Dari Jumlah ini dipastikan terus bertambah karena penularan sudah masuk kategori transmisi lokal, atau penularan sesama penduduk yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar Timika, tapi memiliki riwayat kontak dengan orang yang sudah positif Covid-19.

Minggu (12/4) jumlah, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah lagi. Ada 11 orang yang dilaporkan RSUD Mimika, RS Tembagapura, RS Kasih Herlina dan hasil tracing kontak. Itu berarti sudah ada 56 PDP, dimana 24 diantaranya masih dirawat. Kemudian ada 139 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 200 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Dari penemuan 6 kasus baru, diungkapkan Jurus Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra terdapat dua klaster baru, yaitu klaster Makassar dengan satu kasus, namun tidak terkait dengan kegiatan di Gowa, juga klaster Surabaya dengan dua kasus. Sedangkan tiga kasus baru berhubungan dengan klaster Lembang, tapi pola penularannya adalah transmisi lokal.

Adapun enam pasien yang baru dinyatakan positif yakni RNM, perempuan berusia 45 tahun alamat di Jalan Pattimura. DWT, perempuan usia 34 tahun alamat di SP 2. RNR, perempuan 48 tahun alamat Busiri Ujung. SPP, perempuan 20 tahun alamat Gorong-gorong. RDL laki-laki 64 tahun alamat Gorong-gorong. OPR, laki-laki 28 tahun kini dirawat di RS Tembagapura.

Bertambahnya kasus maka menurut Reynold, kurva akan terus naik dengan 19 kasus. Dari 19 kasus, ada 3 yang meninggal dunia dan 3 orang sudah dinyatakan sembuh. “Dari 19 kasus positif, dan kami tracing sudah lebih dari 400 adalah transmisi lokal. Kondisi sampai malam ini, penemuan kasus yang terkonfirmasi positif ini baru sampai ke lereng, belum sampai ke puncak,” terangnya.

Ia berharap di masa Covid-19 sekarang ini, jangan sampai ada masyarakat yang terkena malaria, demam berdarah dan penyakit menular lain yang bersumber dari penularan binatang atau vector maupun penyakit berbasis lingkungan lainnya seperti diare. Juga penularan orang ke orang seperti HIV dan TB.

Munculnya temuan kasus dari klaster baru seperti klaster Makassar yang baru ditemukan tidak ada hubungan dengan kegiatan di Gowa. Sebab berdasarkan informasi pasien 016 melakukan perjalanan ke Makassar dalam rangka kunjungan keluarga dan tiba pada 17 Maret. Setelah tiba mengalami gejala dan berobat mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan termasuk ke RSUD. Dievaluasi ternyata menunjukkan tanda-tanda PDP berat dan akhirnya diisolasi.

Kali ini Gugus Tugas mulai mengumumkan inisial nama beserta alamat tempat tinggal pasien positif Covid-19. Reynold menegaskan, bukan untuk judge tapi semata sebagai informasi kepada masyarakat bahwa sebaran Covid-19 di Mimika sudah terdistribusi merata di semua titik yang padat penduduk.

Reynold berharap dengan diketahuinya alamat maka bisa menyadarkan masyarakat bisa berhati-hati bahkan harus tinggal di rumah. “Kami sampaikan bahwa ini wabah global, ini wabah kita di Timika, supaya masyarakat hati-hati. Ada di Sam Ratulangi, Hasanuddin, Busiri Ujung, semua titik jalan protokol ada. Bukan judge, tapi berikan informasi supaya masyarakat teredukasi bahwa ini sebaran normal, distribusi merata di semua titik. Ada di Jalan Angrrek, ada di Nawaripi. Supaya masyarakat tahu,” terangnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *