oleh

Pasien 05 Sembuh, 2 PDP Dinyatakan Negatif

TIMIKA – Sesuai prediksi Dinas Kesehatan Mimika, angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Mimika kini bertambah lagi. Tiga sampel Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan positif. Sehingga sampai Kamis (16/4) kemarin total 22 kasus yang dinyatakan positif.

Dari 22 kasus positif, 4 pasien sudah dinyatakan sembuh. Kemarin yang dinyatakan sembuh adalah pasien 05 dengan insial LBH, perempuan berusia 68 tahun beralamat di Timika Indah.  Tiga pasien positif meninggal dunia.

Selain itu dua PDP yang sebelumnya diduga terinfeksi Covid-19 tapi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium sebanyak tiga kali hasilnya negatif dan dinyatakan sehat serta selesai masa pengawasan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra juga mengumumkan tiga pasien yang dinyatakan positif yakni HRP usia 53 tahun, laki-laki beralamat di Jalan Hasanuddin diberi label pasien 020. Kemudian pasien 021 adalah YLR, perempuan 21 tahun beralamat di Jalan Hasanuddin yang tertular dari pasien 07.  Pasien 022 adalah RNS, perempuan 49 tahun beralamat di Koperapoka.

Seluruh pasien ini kata Reynold sedang menjalani perawatan di RSUD Mimika. Sehingga dari 15 pasien yang masih menjalani perawatan 14 diantaranya dirawat di RSUD Mimika dan satu pasien di RS Tembagapura.

Kasus baru ini juga ditambahkan Reynold adalah pengembangan dari klaster yang sudah ada, yakni klaster Lembang, Jakarta, Surabaya dan Makassar. 13 kasus merupakan generasi pertama dari klaster Lembang dan tiga kasus adalah generasi kedua. Kemudian klaster Jakarta ada 3 kasus, Surabaya 2 kasus dan Makassar satu kasus.

“Jumlah kasus didominasi Klaster Lembang dengan persentasi 59 persen untuk 13 kasus generasi pertama,” katanya.

Dengan bertambahnya tiga kasus baru ini maka dikatakan Reynold, jumlah kasus di beberapa kelurahan seperti Inauga bertambah jadi 5 kasus dan menjadi kelurahan dengan kasus tertinggi.

Selain kasus positif, jumlah ODP juga bertambah jadi 157 orang, OTG jadi 232 orang. Tim juga masih menunggu hasil pemeriksaan 18 sampel yang sedang diperiksa di laboratorium Jayapura. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *