oleh

YPMAK Fokus Tangani Covid-19 Selama 6 Bulan Kedepan

TIMIKA – Direktur Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Vebian Magal mengatakan selama kurun waktu enam bulan kedepan, program kerja yang akan dilaksanakan oleh pihaknya adalah khusus menangani dampak dari pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika.

Program kerja yang khusus dilakukan untuk ikut bersama-sama memerangi Covid-19 ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus mematikan ini.

Seperti diketahui, pemerintah sendiri sudah mengeluarkan instruksi dalam pembatasan aktivitas di luar rumah. Maka, masyarakat khususnya tujuh suku yang sangat kesulitan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-harilah yang akan dibantu oleh YPMAK dengan pemberian Bahan Makanan (Bama).

Hal itu diungkapkan oleh Direktur YPMAK, Vebian Magal usai menyerahkan secara simbolis Bama kepada masyarakat, Rabu (22/4) di Gedung MPCC.

“Kami selama enam bulan kedepan melakukan program khusus untuk menangani covid-19,” ujar Vebian.

Dikatakan Vebian, instruksi pemerintah untuk isolasi mandiri kepada masyarakat sangat didukung oleh Freeport bersama YPMAK. Bersama, yayasan ini akan menyalurkan bahan makanan dengan kelompok sasaran kepada masyarakat tujuh suku dan kami sudah sepakat dengan 7 vendor dan disalurkan ke 47 titik.

Jika covid-19 ini masih berlansung lama sebutnya, maka penyaluran Bama akan dilakukan dua kali dalam sebulan. Dengan ini diharapkan masyarakat tetap mengikuti instruksi pemerintah, yakni tetap tinggal di dalam rumah masing-masing agar virus ini segera dihentikan.

“Harapan besar kami dengan bantuan ini, masyarakat tetap bisa di rumah, isolasi mandiri, sehingga penyebaran Covid-19 dapat dikurangi,” ujar Vebian.

Untuk diketahui kata Vebian, penyaluran Bama ini dilakukan berdasarkan data yang diterima oleh pihaknya sesuai dengan data di kartu keluarga. Dimana, lokasi rumah masyarakat yang menerima bisa dijangkau oleh transportasi darat berjumlah 47 titik. Untuk mendistribusikan Bama ini, pihaknya kata Vebian, sudah bekerja sama dengan 17 vendor yakni pengusaha toko Sembako di Timika.

“Penyalurannya berdasarkan Kartu Keluarga, jadi di dalamnya itu ada beras, kopi, mie, susu, gula, semua kita siapkan lalu paketkan per KK,” ungkapnya.

Dijelaskannya, sebelum pemberian bantuan Bama kepada masyarakat ini, pihaknya sudah memberikan dukungan kepada pemerintah dengan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis. Karena yayasan ini juga bergerak di bidang sosial, maka memang kegiatan pemberian bantuan ini wajib dilakukan.

Ratusan ton bantuan Bama ini lanjutnya, menelan dana sampai Rp 9 miliar dan masih akan meningkat lagi. Anggaran ini akan meningkat kedepan sesuai dengan data lapangan. Pemberian bantuan difokuskan untuk masyarakat di low land (dataran rendah).

Sementara untuk wilayah high land (dataran tinggi) belum diberikan bantuan serupa. Hal ini kata Vebian, dikarenakan daerah yang ada di sana masih “hijau”, dan diharapkan tidak ada virus menyebar ke daerah tersebut, karena ada orang dari luar kampung yang datang memberikan bantuan.

“Daerah di high land masih hijau, kita punya niat baik kasih bantuan, tapi jangan sampai virus menyebar ke sana saat kontak dengan kami memberikan bantuan, biarkan mereka isolasi mandiri di lembah-lembah, kami fokus dulu di daerah yang masih bisa dijangkau dengan transportasi darat,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *