oleh

Kasus Corona di Bintuni Tertinggi di Papua Barat

MANOKWARI-Kasus positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Teluk Bintuni tertinggi di Papua Barat, telah melewati Kota Sorong dan Manokwari. Ini setelah, Sabtu (25/4/2020) ada  tambahan 1 kasus positif di Teluk Bintuni, sehingga totalnya jadi 6. Sedangkan di Manokwari, dan Kota Sorong hingga kemarin terdapat 5 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr. Arnold Tiniap menjelaskan, kasus positif terakhir di Teluk Bintuni, jenis kelamin pria usia 33 tahun.  Sehingga secara total hingga, Minggu (26/4), kasus positif virus corona di Papua Barat sebanyak 16.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Teluk Bintuni telah melakukan pemeriksaan rapid test 426 orang, hasilnya 381 negatif dan 45 orang positif. Namun untuk memastikan, sampel lender atau dahak 45 orang positif secara  rapid test kirim ke laboratorium.

Peta sebaran virus corona di Kabupaten Teluk Bintuni, di Distrik Bintuni, 37 OTG, 1 ODP dfan 1 PDP. Distrik Manimeri, 19 OTG, 3 ODP dan di Distrik Babo terdapat 14 OTG.

Kondisi di Papua Barat, meninggal dunia 6 orang, 4 di Kota Sorong, 1 di Manokwari dan Bintuni 1 orang. Menyikapi bertambahnya kasus positif, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, sering mencuci tangan, menggunakan masker bila keluar rumah, menjaga jarak atau physical distancing.

Namun dia juga meminta warga tak perlu kuatir bila bertetangga dengan orang yang positif, apalagi menolak orang yang positif dirawat di rumah sakit. ‘’Virus corona tidak menular atau menyebar melalui angin. Virus hanya menular melalui percikan yang keluar saat batuk, bersin atau berbicara, kontak langsung misalnya berjabat tangan atau kontak tidak langsung melalui benda-benda yang digunakan,’’ jelas dr. Tiniap.

Data PDP (Pasien Dalam Penawasan) di Papua Barat belum berubah totalnya 46, 16 orang masih dalam pengawasan, 30 orang selesai pengawasan. Sebaran PDP, di Kota Sorong 28, di antaranya 9 dalam pengawasan dan 19 selesai pengawasan, di Manokwari 9, di antaranya 3 masih dalam pengawasan dan 6 selesai pengawasan, Sorong Selatan 3 selasi pengawasan, Bintuni 1 masih dalam pengawasan, Manokwari Selatan 1 masih dalam pengawasan, Kabupaten Sorong 1 masih dalam pengawasan, Kaimana 1 masih dalam pengawasan dan Raja Ampat 2, 1 dalam pengawasan dan 1 selesai pengawasan.

ODP (Orang Dalam Pemantauan) totalnya 809, 245 masih dalam pemantauan dan 564 selesai pemantauan. Sebaran ODP, di Kota Sorong total 141 orang, 45 masih dalam pemantauan, 96 selesai pemantauan, Manokwari 194 ODP, 43 dalam pemantauan, 151 selesai dipantau, Sorong Selatan 105 ODP semuanya selesai pemantauan, Fakfak 216 ODP, 114 dalam pemantauan dan 102 selesai dipantau, Kabupaten Sorong 55 ODP, 5 dalam pemantauan dan 50 selesai dipantau.

Raja Ampat 56 ODP, 32 dalam pemantauan dan 24 selesai dipantau, Kaimana 14 ODP, 2 dalam pemantauan dan 12 selesai dipantau, Teluk Wondama 18 ODP semuanya selesai dipantau, Teluk Bintuni 4 ODP, Manokwari Selatan 4 ODP, 1 dalam pemantauan dan 3 selesai dipantau. Tiga Kabupaten, Maybrat, Tambrauw dan Pegunungan Arfak belum ada ODP maupun PDP.

Sedangkan OTG (Orang Tanpa Gejala) total 293 orang. Rincian, di Manokwari 89, Kota Sorong 112 orang, Teluk Bintuni 70, Teluk Wondama 12, Fakfak 6, Kaimana 4, dan Kabupaten Sorong 24 orang. (lm/rasor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *