oleh

Limbah Medis Masih Dibuang Sembarangan

TIMIKA – Di tengah ancaman wabah virus corona, masih ditemukan adanya limbah medis yang dibuang sembarangan. Limbah medis yang tergolong sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius, harus ditangani secara khusus dan dibuang di tempat khusus pula. Tidak sama seperti limbah biasa yang dibuang di TPS.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mimika, Limi Mokodompit kepada Radar Timika, Jumat (24/4) lalu mengungkapkan, petugas kebersihan masih menemukan limbah medis dibuang di TPS. Ini bukan yang pertama kali tapi sebelumnya juga pernah ditemukan hal serupa.

Menyikapi itu DLH Mimika mengeluarkan edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit, klinik dan puskesmas bahkan apotek. Itu dilakukan menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SE.2/MENLHK/PSBLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius dan sampah rumah tangga dan penanganan Covid-19.

Sampah infeksius yang dihasilkan oleh klinik, puskesmas dan rumah sakit harus dikelola sesuai SOP yang sudah ditentukan yakni disimpan dalam kemasan yang tertutup paling lama dua hari sejak dihasilkan. Kemudian dibawa ke rumah sakit yang sudah memiliki fasilitas inseminator untuk dimusnahkan. Di Mimika, faskes dianjurkan membawa ke RSUD Mimika karena sudah memiliki inseminator.

Bukan hanya dari fasilitas kesehatan, banyaknya warga yang masuk dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang diduga terpapar virus corona bahkan juga masyarakat umum yang juga menghasilkan limbah infeksius seperti masker, sarung tangan dan baju pelindung diri harus ditangani dengan baik. Dimana, sampah rumah tangga yang masuk kategori infeksius harus dikemas dan menggunakan wadah tertutup kemudian ditulis atau diberi label ‘limbah infeksius’.

“Kita dari persampahan akan memilah sampah mana sampah rumah tangga, sampah limbah medis. Karena sampai dengan saat ini sampah di TPS ada beberapa limbah medis yang buang di sana. Kemarin kita ada temukan petugas, limbah medis dibuang di TPS,” ungkap Limi.

Untuk itu ia menegaskan terutama kepada seluruh fasilitas kesehatan agar bisa memperhatikan limbah yang dihasilkan. Tidak dibuang ke tempat penampungan sampah sementara karena itu sangat rentan bisa menularkan virus kepada orang lain terutama petugas kebersihan bahkan juga masyarakat yang kerap membongkar sampah.

DLH Mimika lanjut Limi sudah menyiapkan dua angkutan khusus berupa motor tiga roda yang sudah dimodifikasi sesuai standar yakni memiliki bak tertutup. Angkutan itu disiapkan untuk menangani sampah di wisma atlet sebagai shelter bagi PDP, ODP dan OTG.  Petugas kebersihan yang juga ditugaskan untuk membawa motor sampah infeksius juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti masker N95, baju hazmat dan lainnya.

Terkait sampah infeksius seperti masker yang banyak digunakan oleh warga, DLH mengimbau agar warga bisa menggunakan masker yang tidak hanya sekali pakai tapi yang bisa dicuci dan dipakai kembali. Namun apabila gunakan masker sekali pakai maka warga diminta untuk merobek, memotong atau menggunting masker tersebut dan dikemas rapi sebelum dibuang ke tempat sampah untuk menghindari penyalahgunaan.

Untuk menghindari penularan virus corona, Limi meminta kepada masyarakat yang selama ini sering mencari makanan sisa atau barang bekas di tempat sampah untuk tidak lagi melakukan hal tersebut. Pasalnya di tengah situasi sekarang ini sangat rentan. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *