oleh

Masa Belajar di Rumah SMA/SMK Diperpanjang Hingga 9 Mei

TIMIKA – Menindak lanjuti surat keputusan Gubernur Provinsi Papua tentang penetapan status siaga ke status tanggap darurat , maka diputuskan masa belajar di rumah untuk tingkat SMA/SMK dan SLB di seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Papua yang sebelumnya berakhir pada tanggal 23 April kemarin, diperpanjang sampai tanggal 9 Mei mendatang.

Perpanjangan masa belajar di rumah ini berbeda dengan perpanjangan belajar tingkat PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Mimika yang sampai tanggal 6 Mei, karena pendidikan menengah kabupaten telah dialihkan ke provinsi sejak 2018 yang lalu, sehingga harus mengikuti aturan atau keputusan Dinas Pendidikan Provinsi Papua.

“Jadi karena kita (SMA/SMK dan SLB) sudah dialihkan ke provinsi, jadi kita juga mengikuti aturan yang dikeluarkan provinsi, tetapi bukan berarti kita tidak taat pada aturan kabupaten. Hanya saja untuk jadwal dan aturan pendidikan lainnya ada di provinsi,” kata Ketua Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Menengah Kabupaten Mimika, Laurensius Lasol kepada Radar Timika, Minggu (26/4).

Selama masa sosial distancing dan belajar di rumah, kepala sekolah, guru dan siswa dan seluruh warga sekolah dilarang untuk bepergian keluar Papua maupun menerima tamu dari luar Papua dengan alasan apapun, mengunjungi tempat-tempat umum. Aturan ini dibuat agar masa ini benar-benar dimanfaatkan untuk tetap di rumah saja, untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Namun apabila ada yang kedapatan tidak mengindahkan intruksi ini, maka yang bersangkutan akan diberi sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Tetapi apabila hendak keluar dari rumah untuk urusan yang sangat mendesak, maka diwajibkan untuk menggunakan masker.

“Ini untuk kebaikan kita bersama. Masa belajar di rumah diperpanjang karena pemerintah mau agar penyebarannya tidak terjadi lagi atau berakhir,” tuturnya.

Para kepala sekolah pun diminta untuk segera menjadwalkan kembali proses belajar mengajar mulai tanggal 9 Mei 2020, serta segera melaporkannya kepada masing-masing kepala bidang teknis sesuai jenjang dan jenis pendidikan untuk monitoring dan pemantauannya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *