oleh

Pemda Butuh Anggaran Besar untuk Penanganan Covid-19

TIMIKA – Pemda Kabupaten Mimika membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk penanganan Covid-19. Anggaran yang besar ini harus ada, terutama untuk pengadaan alat-alat kesehatan. Pengadaan alat-alat kesehatan ini diperlukan sebab kini kasus Covid-19 di Timika terus meningkat.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng kepada Radar Timika, Selasa (28/4). Menurutnya, semakin meningkatnya angka kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Mimika, dipastikan juga membutuhkan anggaran yang lebih besar untuk menangani masalah ini. Anggaran yang besar ini akan digunakan untuk pelayanan dan mendukung penanganan Covid-19.

“Anggaran yang ada saat ini di tim gugus mencakup beberapa hal yang harus dibiayai, dan bukan saja pasien. Karena itu, saya kira anggaran perlu ditambah terutama kebutuhan untuk alat kesehatan,” ujarnya.

Dikatakan Robby, dengan bertambahnya angka kasus baik itu pasien yang positif, Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) tentunya alat kesehatan yang saat ini dimiliki pemerintah sangat kurang.

Adapun alat kesehatan yang masih perlu ditambah seperti tempat tidur, Alat Pelindung Diri (APD), alat rapid test dan ruangan yang standar untuk penanganan pasien Covid-19. Untuk itulah, pemerintah sebutnya, perlu memaksimalkan anggaran. Dengan melihat kasus penyakit baru, maka tentu saja dibutuhkan penanganan dan penanggulangan yang cepat.

“Kalau lambat dalam menangani wabah ini orang akan berjatuhan terus, DPRD siap mendukung kebijakan pemerintah untuk menambah anggaran dilihat dari kasus saat ini,” jelasnya.

Diungkapkan Robby, langkah-langkah pencegahan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sudah cukup maksimal. Namun, usaha ini harus didukung penuh oleh masyarakat yang bersama-sama memutus mata rantai penularan virus mematikan ini.

Pemerintah juga tambah Robby, sudah sangat maksimal dalam melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan Covid-19 ini. Kini, tinggal masyarakat sebutnya, yang harus benar patuh terhadap anjuran pemerintah.

“Tidak ada kata lain, kita harus memutus mata rantai penularan dengan mengikuti imbauan dan anjuran pemerintah. Sekarang tinggal kesadaran warga, kalau tidak mengikuti anjuran pemerintah maka wabah ini akan terus meningkat,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *