oleh

Personel Satpol PP Karantina, Aktivitas Warga Tak Terkendali

TIMIKA – Para petugas lapangan dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mimika terpaksa harus menjalani karantina karena banyak diantara mereka diduga terpapar virus corona atau Covid-19. Mulai dari tim kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Akibatnya, pengawasan pembatasan sosial akhir-akhir ini sangat kendor dan warga tak terkendali dalam melakukan aktivitas. Tidak seperti beberapa waktu sebelumnya, dimana mulai pukul 14.00 WIT dipastikan tidak ada lagi aktivitas keramaian karena adanya tindakan tegas dari  petugas lapangan.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan pada Kamis (30/4) lalu mengatakan, selain PDP gejala riangan, ODP dan OTG yang menjalani rapid test, petugas lapangan juga menjadi prioritas. Dari total 978 yang sudah rapid test, 208 orang diantaranya dinyatakan positif rapid test.

Dari 208 itu, beberapa diantaranya adalah petugas lapangan sehingga diwajibkan menjalani karantina. “Teman-teman yang di Dishub, BPBD, Satpol PP pada akhirnya mereka harus isolasi. Harusnya mereka tidak di jalan, tapi terpaksa turun jalan dan akhirnya terpapar,” kata Reynold Ubra.

Hal ini menurut Reynold menimbulkan kekhawatiran. Apalagi mereka adalah garda terdepan dalam pencegahan penularan virus corona dalam hal menegakkan instruksi Bupati terkait pembatasan sosial. Setiap hari tim ada di lapangan melakukan serangkaian tugas tidak hanya memalang jalan, tapi juga turut dalam penyaluran bantuan.

Sehingga lanjutnya,  dengan minimnya penjagaan akan membuat masyarakat semakin tidak terkendali. Bahkan ada penjagaan pun banyak warga masih bandel, apalagi menurut Reynold ketika tidak ada penindakan dari aparat.

Jika usulan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diajukan mendapat persetujuan oleh pemerintah pusat  maka tim gugus akan semakin bertindak tegas. Meskipun personel sedang menjalani karantina tapi kedepan akan melibatkan TNI dan Polri. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *