oleh

Ultah di Pantai Berujung Maut

MANOKWARI – Acara ulang tahun di di pantai utara Nuni Distrik Manokwari Utara berujung maut. Ottow Ullo (35) tewas tenggelam saat mandi di pantai. Dia yang sedang asyik mandi tiba-tiba terseret arus dan tenggelam, Kamis (30/4) sekitar pukul 16.10 WIT.

Warga panik setelah melihat korban tenggelam terseret arus laut di pantai utama Manokwari yang memang terkenal ganas dan sering menelan korban jiwa. Jasat korban ditelan laut  tak terlihat lagi. Pihak keluarga sudah melakukan pencarian hingga melaporkan kejadian di ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Manokwari.

Kakansar Manokwari, George Mercy Randang membenarkan kondisi membahayakan jiwa manusia korban tenggelam di pantai utara Nuni Manokwari atas nama Ottow Ullo. Korban bersama keluarga besarnya yang bermukim di kompleks Transito, mengadakan acara keluarga di pantai utara Nuni Manokwari dalam rangka ulang tahun anaknya.

Korban berenang bersama keluarga di pinggir pantai Nuni, namun terseret arus dan tenggelam. “Kami terima laporan dari Serka Fajar dan keluarga korban yang melapor langsung ke Basarnas Manokwari Pukul 16.20 WIT. Ada korban tenggelam dan terseret arus pantai,” tutur Kakansar.

Satu tim Rescue dengan 6 personil dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan RIB serta Kasubsi Operasi Basarnas Manokwari melalui jalur darat. Setelah tiba di lokasi, tim segera melakukan penyisiran dan pencarian dengan metode snorkeling.

Pencarian Kamis sore hingga malam belum membuahkan hasil. Tim Rescue kembali melakukan pencarian pada Jumat (1/5) dengan cara snorkeling dan penyisiran pantai. Pencarian hari kedua ini melibatkan potensi SAR dari TNI AD, TNI AL, Polsek Amban, Polairud dan keluarga korban mulai pukul  07.23 WIT dengan menggunakan pola pencarian sesuai Sarmap Prediction Basarnas.

Kakansar mengatakan, korban ditemukan pukul 09.15 WIT di sekitar perairan Nuni oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Tim SAR kemudian mengevakuasi korban menggunakan perahu karet ke pantai. Selanjutnya jenazah korban dibawa menuju ke kamar mayat RSUD Manokwari.

Mercy Randang menambahkan, pihaknya selalu siaga memberikan pertolongan terhadap korban kecelakaan laut, dan bencana lainnya. SAR membuka Pelayanan Siaga SAR bagi yang membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan.

Dia juga menyarankan masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah di tengah pandemic virus corona.  “Jika ada hal-hal yang sangat urgen atau penting tentunya dengan mengikuti dan mentaati Protokol Kesehatan. Semua ini disampaikan untuk  keselamatan kita bersama, kita juga banyak berdoa dan berharap semoga virus ini cepat berlalu dan lenyap dari kehidupan kita,” pungkasnya. (lm/rasor)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *