oleh

Tidak Ada Ujian Semester, Nilai Kepribadian Jadi Standar Utama Kenaikan Kelas

TIMIKA – Di tengah wabah virus corona (Covid-19), ujian semester yang sebelumnya telah dijadwalkan akan dilakukan pada awal Juni 2020, juga harus dibatalkan. Setiap sekolah tidak diwajibkan mengadakan ujian semester sebagaimana yang selalu dilakukan setiap akhir semester, sebagai salah satu standar kenaikan kelas.

Ketidakwajiban ini diperkuat berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yakni bahwa ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa tidak boleh dilakukan, seperti di sekolah. Ujian akhir semester dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor, serta dari nilai prestasi yang diperoleh sebelumnya, juga penugasan, tes daring dan atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

Dan ujian emester kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulim secara menyeluruh.

Poin-poin ini pun juga yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh semua sekolah yang ada di Kabupaten Mimika, yakni bahwa ujian semester tidak menjamin siswa naik kelas atau tidak, karena yang menjadi standar utama kenaikan kelas siswa di tengah ancaman Covid-19 saat ini adalah nilai kepribadian.

“Jadi tidak perlu ada ujian untuk menentukan bahwa dia naik kelas atau tidak. Dia (siswa) belajar di rumah, tidak wajib ada ujian itu untuk semua sekolah baik negeri maupun swasta. Karena yang paling kita utamakan adalah kepribadian anak,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O Usmani saat dihubungi Radar Timika, Kamis (28/5).

Dengan melihat nilai kepribadian siswa, maka sekolah bisa menentukan apakah siswa tersebut layak naik kelas atau tidak. Siswa yang wajib naik kelas adalah siswa yang memang memiliki nilai kepribadian yang baik. Selain nilai kepribadian, kenaikan siswa juga tetap dilihat pada nilai rapor semester sebelumnya.

“Memang tidak ada alasan bagi sekolah untuk tidak menaikkan siswanya di tengah pandemi ini, tetapi kecuali anak yang memang tidak pernah masuk sekolah sebelum pandemi ini dan atau anak yang bandel dan kemudian kena kasus itu juga tidak. Dan yang tahu itu adalah guru-guru yang ada di sekolah. Masa mereka mau naik kelas kalau memang tidak masuk sekolah sebelumnya,” jelasnya.

Ia pun meminta agar semua sekolah memperhatikan hal ini, serta tetap menjalankan proses pengumuman kelulusan berdasarkan jadwal yang telah ditentukan, yakni tanggal 5 Juni 2020 untuk SMP dan 15 Juni 2020 untuk SD.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *