oleh

Harga Gula Tak Kunjung Turun, Bulog Lakukan Operasi Pasar

TIMIKA – Sejak awal pandemi Covid-19 mulai masuk di Indonesia, harga gula pasir di hampir seluruh wilayah termasuk Mimika perlahan naik dan semakin melonjak hingga saat ini. Hal ini pun mendorong Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Timika menggelar operasi pasar gula pasir murah di dua titik, yakni Koperasi Bulog dan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog yang berlokasi di depan Kantor Bulog Timika. Tujuan kegiatan tersebut untuk menekan lonjakan harga gula pasir yang sudah melewati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 12.500 per kilogram. Harga gula pada operasi pasar ini juga hanya Rp 12.500 per kilogram.

Harga jual ini pun sangat jauh berbeda dengan harga yang ada di pasaran saat ini, yakni Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram yang sebelumnya juga hanya Rp 12.500 hingga Rp 17.000 per kilogram.

Kepala Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Bulog Timika, Ariek Estyanto Indra Wibowo kepada Radar Timika, Selasa (2/6), mengatakan operasi pasar ini dilakukan karena masyarakat sangat mengeluhkan harga gula di pasaran yang sangat jauh dari HET. Operasi ini akan terus berlangsung hingga harga gula di pasaran kembali normal, pasalnya stok yang disediakan Bulog dalam pelaksanaan kegiatan ini sangat cukup, yakni sebanyak 125 ton.

“Kita akan sesuaikan dengan keadaan di Mimika yah. Hingga saat ini kegiatan yang kita lakukan ini sangat disambut baik oleh masyarakat, karena memang harga yang kita tawarkan sesuai dengan HET,” katanya.

Dalam pelaksanannya pun Bulog tetap menerapkan protokol kesehatan, dimana pembeli diharuskan menggunakan masker serta menjaga jarak saat mengantri di kasir.

“Kita adakan ini untuk masyarakat semoga ini bisa membantu mereka dan kita pun berharap semoga Covid-19 bisa berakhir dan kita bisa melakukan aktivitas dengan normal kembali,” tuturnya.

Sementara itu, Wati seorang pembeli yang ditemui Radar Timika di Koperasi Bulog mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas kegiatan operasi pasar gula pasir ini. Ia berharap operasi ini bisa terus berlangsung sampai harga gula di pasaran bisa kembali normal, karena menurutnya harga gula saat ini sangat melonjak sementara keadaan ekonomi masyarakat terpuruk karena wabah Covid-19.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *