oleh

Kasus Bertambah Jadi 279, TGTPP: Masyarakat Harus Disiplin

TIMIKA – Dalam tiga hari terakhir, terjadi penambahan kasus yang signifikan. Pada tiga hari lalu ada 46 kasus baru, kemudian pada Selasa (2/6) kemarin ada 7 kasus baru sehingga secara kumulatif kasus Covid-19 positif yang terkonfirmasi real time PCR mencapai 279 kasus.

Tambahan 7 kasus baru, 6 diantaranya dari RS Tembagapura dan satu dari RSUD Mimika. Dari 279, kasus yang masih aktif sebanyak 174. Dimana 109 pasien ditangani RSUD Mimika, RS Tembagapura tangani 61 kasus dan 4 kasus di RSMM.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian (TGTPP) Covid-19 Mimika, Reynold Ubra menyatakan berdasarkan sebaran wilayah, maka Distrik Tembagapura masih pada posisi teratas dengan kasus terbanyak yakni 143. Distrik Mimika Baru 79 kasus, Distrik Wania 42 kasus, Distrik Kuala Kencana 10 kasus. Distrik Iwaka 1 kasus, Distrik Kwamki Narama 2 kasus dan Mimika Timur 2 kasus.

“Distribusi menurut distrik semakin lama penyebaran Covid-19 sudah mencapai wilayah pinggiran. Kami berharap masyarakat di zona hijau tidak bergerak kemana-mana. Kalau keluar gunakan masker, kalau tidak penting tidak perlu keluar. Sesering mungkin cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir,” terang Reynold.

Dari total kasus di Mimika diungkapkan Reynold, 70 persen adalah pasien tanpa gejala. Ini memberi makna bahwa kondisi di Timika setiap orang yang terinfeksi tidak bisa lagi diketahui. Untuk itu social distancing, physical distancing harus dilakukan agar bisa terhindar.

Berdasarkan jenis kelamin 80 persen adalah laki-laki. Sebab penduduk dengan jenis kelamin laki-laki lebih tinggi melakukan pergerakan dan berpeluang terpapar. Dari sisi umur, 6 kasus pada usia 0 bulan sampai 10 tahun. Dimana usia termuda adalah usia 6 bulan. Kemudian kelompok usia 10-19 tahun ada 8 kasus. Usia 20 tahun sampai 49 tahun sebanyak 190 kasus. Sedangkan usia di atas 50 tahun ada 65 kasus.

Adapun pasien baru yang dinyatakan positif dari RS Tembagapura diantaranya pasien 273 JMC laki-laki 42 tahun. Pasien 274 GGK laki-laki 27 tahun. Pasien 275 DRK laki-laki 31 tahun. Pasien 276 SGN laki-laki 44 tahun. Pasien 277 TNW laki-laki 53 tahun. Pasien 278 RJc laki-laki 45 tahun.

Sementara pasien yang sedang ditangani oleh RSUD Mimika yakni pasien 279 WLL laki-laki 23 tahun alamat di Kwamki Narama Kelurahan Harapan. Pasien 279 merupakan hasil penjaringan yang dilakukan pada saat pelaksanaan PSDD hari ketiga di Pos depan KPPN.

“Dengan penambahan kasus diharap jadi perhatian masyarakat untuk tidak bergerak. Tidak keluar dari rumah. Jika keluar maka lakukan protokol kesehatan. Hindari kerumunan, jaga jarak. Gunakan masker. Masker untuk melindungiku dan maskermu untuk melindungimu. Cuci tangan sebelum sentuh wajah baik itu hidung, mata dan mulut,” jelas Reynold.

Meluasnya penyebaran Covid-19 di Mimika ke wilayah yang sebelumnya dinyatakan hijau, maka tim gugus tugas akan semakin gencar melakukan sosial kampanye. Hanya saja apa yang disampaikan tim gugus tugas selama ini tidak dipatuhi oleh masyarakat. Padahal penambahan kasus yang terus terjadi karena masyarakat tidak disiplin. Jika masyarakat tidak bergerak maka tidak akan kontak dengan orang yang sudah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala. Lambat laun semua wilayah bisa terinfeksi jika masyarakat tetap tidak disiplin.

Perluasan lokasi test merupakan salah satu strategi untuk membongkar kasus. Menurut Reynold, mestinya di Mimika bisa ditemukan 45 kasus setiap hari. Yang terungkap selama ini masih terbilang kecil.

Ditambahkan Reynold, Covid-19 tidak melihat kelompok umur, suku maupun agama. Semua punya potensi tertular. Sehingga ia menyayangkan ketika pembatasan justru dimanfaatkan anak-anak untuk bermain di luar rumah. “Kami berharap para orang tua hendaknya menjaga anak supaya tidak berada di luar rumah. Maka kami sangat berharap kerjasama baik dari orang tua ketika PSDD anak-anak di luar rumah harus dibatasi,” tutur Reynold.

Pelaksanaan PSDD akan dievaluasi sebagai dasar untuk kebijakan selanjutnya. Jika diperpanjang maka yang akan diperketat adalah protokol. Sebab pada pagi hingga siang hari situasi pergerakan masyarakat sangat banyak, padat dan sangat cepat. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *