oleh

Selama Masa Covid-19, Pemerintah Diminta Perhatikan Usaha Jasa Warga

TIMIKA – DPRD Kabupaten Mimika meminta pemerintah untuk turut memperhatikan keberlangsungan usaha jasa milik warga yang ikut terkena imbas pemberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) yang sudah berakhir selama dua pekan.

Wakil Ketua 2 DPRD Mimika, Yohanis Felix Helyanan, Jumat (5/6) mengatakan banyak usaha warga yang bangkrut dan gulung tikar. Kini, warga menderita secara ekonomi akibat virus corona.

Jhon Tie mengatakan, kini banyak usaha jasa milik warga yang merugi bahkan bangkrut dan gulung tikar karena tidak ada pemasukan. Diantaranya rumah-rumah makan, perhotelan, jasa transportasi umum dan usaha yang berpendapatan harian lainnya.

“Sudah banyak kita lihat usaha jasa seperti rumah makan, perhotelan, jasa transportasi dan usaha harian lainya yang gulung tikar, bangkrut akibat dampak dari covid ini, maka pemerintah harus melihat sisi ini,” jelasnya.

Dikatakan Jhon Tie, beda halnya dengan pengawai negeri yang gajinya tetap ditanggung negara, sehingga tidak perlu cemas kendati pembatasan aktivitas diperpanjang.

Selain sektor kesehatan pemerintah juga harus memikirkan perekonomian warga karena warga dan keluarganya menggantungkan hidup dari hasil mata pencaharian nafkahnya.

Jhon Tie menambahkan, warga mengeluh karena peluru senjata memerangi virus corona ternyata juga melukai mereka. Bahkan ada juga sebagian warga rela melompati ‘tembok’ PSDD, demi mencari nafkah untuk keluarganya di hari ini.

Ia berharap pemerintah eksekutif bisa menemukan program terobosan dalam memperhatikan sektor ekonomi warga tanpa mengabaikan perjuangan melawan penularan COVID-19 di Mimika.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *