oleh

Rapid Test untuk Calon Penumpang Rp 600 Ribu

TIMIKA – Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH menegaskan rapid test bagi warga yang ingin melakukan perjalanan ke luar daerah, saat ini belum dikenakan biaya atau masih gratis. Itu disampaikan Bupati Omaleng kepada wartawan di Pasar Sentral, Senin (8/6) ketika melakukan kunjungan.

Bupati menyatakan bahwa dirinya sudah menandatangani Surat Edaran khusus untuk maskapai yang akan kembali membuka penerbangan. Harusnya setelah pra new normal dimulai tepatnya 5 Juni 2020 lalu, maskapai bisa langsung beroperasi, tapi karena belum ada surat edaran maka belum dilaksanakan.

Warga yang ingin melakukan perjalanan dari Timika dikatakan Bupati Omaleng harus menjalani rapid test terlebih dahulu. Dengan mengajukan permohonan kepada Ketua Tim Gugus dalam hal ini Bupati sendiri. Harus dilampirkan tujuan perjalanan, melampirkan foto copy KTP dan membuat surat permohonan.

Tidak semua permohonan bisa disetujui. Yang akan jadi prioritas adalah orang dengan keperluan mendesak seperti tugas dinas ke luar Mimika. Warga yang keluarganya sakit. Warga yang memiliki urusan bisnis. Jika hanya sekadar jalan-jalan tidak diizinkan.

Untuk rapid test dikatakan Bupati, harusnya dikenakan biaya Rp 600 ribu. Tapi dengan kondisi yang ada sekarang maka masih digratiskan. Entah jika ada perubahan maka akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 600 ribu.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra menambahkan mulai hari ini warga sudah bisa mengajukan permohonan untuk mendapatkan rekomendasi dari Ketua Tim Gugus Tugas. Surat permohonan wajib disertai foto copy KTP atau identitas lain. Bagi yang melakukan perjalanan dinas wajib membawa surat pengantar atau bukti surat tugas.

Warga bisa menghubungi nomor kontak 081344085714 atau 085241957463 atau mengirim dokumen yang bisa dikirim secara soft copy. Tim gugus tugas akan melakukan verifikasi jika memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke tim gugus tugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan. Namun hasil akan disampaikan oleh Sekretariat Gugus Tugas Covid-19.

Tim Gugus Tugas mencoba memberikan pelayanan maksimal kepada calon pelaku perjalanan yang ingin mendapatkan izin perjalanan. “Semua pemeriksaan yang dilakukan melalui tim gugus tidak dipungut bayaran. Kita akan lihat perkembangan kedepan, setelah ada surat keputusan bupati selaku ketua tim gugus tugas,” tandasnya.

Perlu diketahui kata Reynold, surat rekomendasi hanya bisa diterbitkan oleh Bupati, pemeriksaan dilakukan pada faskes yang ditunjuk pemerintah. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *