oleh

Anggota Dewan Minta Kelonggaran di Semua Rumah Ibadah

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika dalam hal ini Bupati Mimika diharapkan bisa mengeluarkan kebijakan untuk semua umat beragama agar bisa lebih leluasa untuk beribadah di tempat ibadah di masa pemberlakuan kebijakan pra new normal.

Walaupun saat ini semua umat beragama sudah bisa beribadah di tempat ibadah, namun waktu ibadah masih dibatasi hanya sampai Pukul 19.00 WIT saja. Umat berharap, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19, pemerintah tidak lagi membatasi waktu untuk beribadah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi C DPRD Mimika, Saleh Alhamid kepada Radar Timika, Rabu (10/6). Saleh meminta adanya kebijakan serta kelonggaran dari Bupati selalu pimpinan daerah ini, agar seluruh warga bisa melaksanakan ibadah bagi masing-masing agama tanpa ada batasan waktu.

“Saya minta kepada Bupati Mimika agar memberikan kelonggaran total kepada seluruh umat beragama di Mimika untuk melaksanakan ibadah masing-masing seperti masjid, gereja dan pura serta rumah peribadatan agama lainnya. Covid-19 sudah ada Protap yang dikeluarkan oleh WHO, yaitu yang terkena corona harus pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain sebagainya. Saya kira ini sudah cukup dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona ini,” jelas Saleh.

Politisi Partai Hanura ini menyebutkan jika negara besar seperti Amerika kini sudah menyerukan agar warganya kembali beribadah ke tempat ibadah masing-masing, tanpa ada batasan jam beribadah. Warga di luar negeri tetap mengikuti protokol kesehatan. Hal inilah, kata Saleh yang juga diharapkan dilakukan oleh pemerintah kepada warganya.

“Seperti Amerika, presidennya sudah mengajak warganya untuk kembali ke rumah ibadah masing-masing. Kita ini lagi perang melawan wabah, yang virusnya tidak kita rasa, tidak kita dengar dan tidak pula bisa dicium baunya, satu satunya jalan hanya orang yang ber Tuhan untuk kembali berdoa agar Tuhan melenyapkan semua virus corona ini. Karena saya melihat, manusia ini sudah mengambil tugas Tuhan,” paparnya.

Lanjut Saleh, sebagai umat yang percaya akan keberadaan Tuhan, maka sudah semestinya tetap terus berikhtiar dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan anjuran lainnya yang sudah bisa kita terapkan atas kesadaran masing-masing.

Diungkapkannya, jumlah penderita Covid-19 yang semakin terus bertambah dan terus meningkat akan menjadi beban pemerintah, sementara angka kematian yang ditakutkan sangat kecil.

Untuk itulah, tambah Saleh pemerintah tidak akan mampu memelihara terus menerus ratusan bahkan jika bertambahnya pasien positif dengan membatasi jam beribadah di tempat ibadah. Dengan memberikan kelonggaran agar umat tetap beribadah dengan khusyuk dan nyaman, tanpa dibatasi jam ibadah, Saleh berharap dari doa-doa yang dipanjatkan oleh umat di seluruh negeri ini, maka wabah akan segera berakhir.

“Saya harapkan dengan ikhtiar dan doa kita semua, kita yakin bahwa wabah ini bisa berakhir,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *