oleh

Disperindag dan BPOM Diminta Intensifkan Pengawasan Barang Kedaluwarsa

TIMIKA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Timika diharapkan dapat mengintensifkan kegiatan pengawasan terhadap barang-barang kedaluwarsa, terutama sembako yang disinyalir masih banyak beredar di seputaran kota.

Anggota Komisi B DPRD Mimika, Merry Pongutan saat ditemui Radar Timika, Selasa (9/6) mengatakan di masa pandemik Covid-19 ini, masyarakat masih menemui adanya barang-barang kedaluwarsa, yang dijual oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Penjualan barang-barang tersebut seperti sembako yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat ini, masih sering terjadi di tengah masyarakat. Beberapa toko di seputaran kota, masih didapati menjual barang-barang kedaluwarsa.

Agar masyarakat tidak rugi dan berdampak negatif untuk kesehatannya, Merry berharap Disperindag dan BPOM bisa mengawasi peredaran penjualan barang-barang tersebut agar tidak beredar di pasaran.

“Harus memang dari dinas terkait, (Disperindag, BPOM), karena masih banyak kalau disidak, peredaran barang-batang kedaluwarsa,” ujar Merry.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pengawasan barang-barang kedaluwarsa yang biasanya dilakukan oleh pihak terkait hanya menjelang perayaan hari besar keagamaan saja. Padahal, jika hanya dilakukan dua kali dalam setahunnya, bisa dipastikan barang-barang kadaluarsa yang luput dari pemeriksaan tetap beredar di pasaran.

“Kalau bisa jangan dua kali setahun ya, bisa empat kali pengawasan, harus intens pengawasannya,” jelas Merry.

Lanjutnya, salah satu barang yang paling sering ditemui seperti produk susu bubuk untuk anak-anak. Ia sendiri sering mendapati adanya produk susu yang sudah kedaluwarsa di beberapa toko.

Selain susu, produk yang sering menjadi perhatian masyarakat adalah gula. Dengan adanya pengawasan dari dinas teknis inilah, ia berharap kebutuhan pokok masyarakat ini selain tetap terjamin kualitasnya, dan juga tidak dijual dengan harga yang tinggi.

Merry berharap masyarakat lebih teliti dan jeli sebelum membeli, serta melihat produk dengan seksama.

“Masyarakat harus lebih teliti, melihat expirednya kapan. Dilihat, biasanya tiga bulan sebelum expired itu barang sudah kurang bagus dikonsumsi, namun masih dijual. Pemilik toko tidak mau rugi kan, jadi saya harap Disperindag lebih memperhatikan itu” imbuh Merry. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *