oleh

Total 569 Warga Terjaring, 20 Reaktif

TIMIKA – Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap warga yang melanggar protokol kesehatan di masa pra new normal. Dari dua hari pelaksanaan total 569 warga terjaring dan dilakukan pemeriksaan antobodi. Hasilnya 20 orang dinyatakan reaktif atau positif berdasarkan Rapid Test.

Pada Selasa (9/6) lalu terjaring 368 orang dari 8 titik posko pengawasan dan ditemukan 12 orang reaktif atau 3,26 persen. Sementara Rabu (10/6) kemarin dari lima titik terjaring 201 orang yang melakukan tes antobodi dan ditemukan 8 positif.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra ketika menggelar video conference semalam, kondisi ini memberi gambaran yang sangat baik. Sebab dari pemeriksaan yang dilakukan secara acak untuk melihat kerentanan masyarakat terdapat penurunan angka reaktif rapid test.

Jika dibandingkan pada masa Pembatasan Sosial Diperketat dan Diperluas (PSDD) lalu, jumlah temuan warga dengan antobodi reaktif berada di angka 9 persen. Sementara pada masa pra new normal turun tiga kali lebih rendah yakni hanya 3 persen. “Ini gambaran yang sangat baik dan sebagai kontrol bagi layanan kesehatan,” tandasnya.

Pemeriksaan pada masa pra new normal yang dilakukan di fasilitas umum seperti Pasar Sentral, eks Pasar Swadaya dan Pasar Gorong-gorong adalah untuk mengunci orang yang melanggar. Ada tiga ketentuan yang dilihat pertama tidak menggunakan masker, tidak jaga jarak dan tidak menggunakan helm standar yang dilengkapi kaca pelindung wajah.

Reynold juga menegaskan bahwa pemeriksaan di fasilitas umum tidak diperuntukkan bagi yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah atau calon penumpang. “Melakukan test di pos secara aktif, ditujukan kepada yang melanggar protokol kesehatan pada area wajib protokol,” jelas Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *