oleh

Polisi Masih Dalami Keterangan Para Saksi

TIMIKA- Proses penyelidikan terhadap kasus pencurian  Dana Desa (DD) Kampung Tagalarama, Distrik Alama senilai Rp 250 juta, hingga kini masih terus dilakukan penyidik Sat Reskrim Polres Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Burhanuddin Hanafi, SH SIK MH yang ditemui wartawan, Kamis (11/6) kemarin di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya kini masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi.

“Kita masih penyelidikan, dan masih kita dalami keterangan para saksi dulu kira-kira mengarah ke mana dan ke siapa,”ucapnya.

Menurut AKP Hanafi, bahwa kini pihaknya telah meminta keterangan dari 3 orang saksi, terkait kasus pencurian uang dana desa itu.

“Keterangan para saksi bahwa ada dua orang yang pura-pura menanyakan foto di warung itu. Dan sambil satu orang pura-pura tanya foto, satu orang lagi ambil tas yang berisi uang. Dan mereka baru sadar saat seorang saksi melihat tas berisi uang itu, ada di sepeda motor yang diduga pelaku,”urai Kasat.

Selain melakukan pendalaman terhadap keterangan para saksi, kata Kasat bahwa penyidik juga sementara mencari bukti-bukti dari berupa rekaman CCTV.

“Anggota kita lagi koordinasi untuk cari bukti CCTV yang ada di sekitar TKP,”sambungnya.

Untuk diketahui bahwa Dana Desa  Kampung Tagalarama, Distrik Alama, Kabupaten Mimika senilai Rp 250 juta, Selasa (9/6) lalu dicuri di salah satu rumah makan di Jalan Sam Ratulangi.

Di mana kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Mimika dengan laporan polisi Nomor: LP/404/VI/2020/Papua/Res Mimika, tanggal 9 Juni 2020.

Kronologis kejadian bermula saat Kepala Kampung Tagalarama, Petrus K bersama bendahara kampung, Heri W usai mengambil uang DD di Bank Papua senilai Rp 574 juta.

Setelah itu, kepala kampung dengan menumpangi mobil rental yang dikemudikan oleh Ramadan menuju Jalan Baru.

Selanjutnya mereka kemudian dengan menggunakan mobil menuju ke arah SP 5, melewati Jalan Kelimutu, Jalan Cenderawasih, Jalan Budi Utomo, dan Jalan Hasanuddin. Dan saat sampai di SP 5 di rumah kerabat mereka, kembali lagi ke Kota Timika melewati jalan SP 2, Jalan Cenderawasih, Jalan Budi Utomo dan ke Jalan Sam Ratulangi untuk makan di warung makan prasmanan.

Lalu di saat mereka sementara makan itulah diduga pelaku masuk ke warung makan, dan mengambil uang yang tersimpan di dalam sebuah tas laptop berwarna hitam. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *