oleh

Tewasnya Tadius Picu Aksi Massa

TIMIKA – Kepolisian Resor Mimika menyiagakan puluhanan personelnya di Jalan Busiri, Timika guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya aksi massa pasca tewasnya seorang remaja berusia 16 tahun yang diketahui bernama Tadius Akimuri, akibat aksi penganiayaan sekitar Pukul 00.30 WIT dini hari di Jalan Busiri Ujung.

Penempatan personel ini menyusul terjadinya aksi keributan pada Minggu siang. Dimana rekan dan keluarga korban berniat mendatangi rumah pelaku yang ada di Jalan Busiri Ujung. Namun, aksi itu berhasil dihalau aparat. Massa yang tidak puas kemudian membakar kayu dan ban bekas di Jalan Busiri.

“Korban ini masih pelajar, jadi mungkin rekan-rekannya tidak terima, makanya mereka palang jalan. Tapi semua itu sudah kami tangani dengan baik,” tegas Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah menewaskan Tadius Akimuri, polisi juga telah mengamankan terduga pelaku berinisial MP.

Mengenai peristiwa penganiayaan hingga mengakibatkan tewasnya Tadius, Kompol I Nyoman menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. Namun, ia memastikan jika korban meninggal akibat adanya tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata tajam.

“Pukul 02.00 WIT, kita evakuasi korban ke rumah sakit namun nyawanya tidak bisa tertolong,” ujarnya.

Mengenai terduga pelaku, Kompol I Nyoman memastikan sudah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan. “Kejadiannya (penganiayaan, Red) Pukul 00.30 WIT, dan memang ada perkelahian karena mungkin disebabkan oleh miras, namun belum kami pastikan. Yang jelas ada proses penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini,” sambung Wakapolres.

Mengenai kasus ini, I Nyoman menegaskan pelaku tetap akan diproses hukum karena perbuatan yang sudah merampas nyawa orang lain. “Kita dari polres juga sudah fasilitasi dari tokoh dari perwakilan pelaku, maupun korban untuk pertemuan, namun proses hukum tetap berjalan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Timika, kejadian bermula saat MP bersama beberapa orang temannya malam itu bermain kartu di rumah. Tiba-tiba korban bersama beberapa rekannya datang lalu membuat keributan.

Pelaku yang saat itu mencoba untuk menegur korban bersama rekan-rekannya, justru kemudian dilempari dengan batu.

Karena tidak terima dengan ulah yang dilakukan korban dan rekan-rekannya, pelaku kemudian mengambil parang dan mengejar korban bersama rekan-rekannya. Namun pada saat itu, korban dan rekan-rekannya justru mengeroyok pelaku.

MP yang saat itu sudah memegang parang, langsung mengayunkannya dan mengenai korban yang mengakibatkan korban mengalami luka sobek pada kepala dan lengan kanan. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *