oleh

Pra Normal Baru akan Kembali Dievaluasi

Pada Kamis Besok

TIMIKA – Status darurat bencana Covid-19 di Kabupaten Mimika akan ditentukan kembali pada Kamis (18/6) besok. Apakah akan diperpanjang atau tidak. Juga mengenai penerapan pembatasan sosial apakah dengan konsep pra normal baru ataukah Mimika akan masuk di era normal baru.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Nicolaas Kuahaty ketika ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan, Senin (15/6) lalu mengatakan, sejak penerapan pra normal baru, Pemda Mimika melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 terus melakukan pemantauan di lapangan dan melakukan evaluasi.

Itu akan dijadikan bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan kedepan. Sebab masa tanggap darurat akan berakhir Kamis (18/5) besok setelah ditetapkan selama 14 hari dengan konsep pra normal baru, yaitu dengan adanya pelonggaran aktivitas warga.

Nicky sendiri demikian sapaan akrabnya, belum bisa menyampaikan kebijakan apa yang akan ditempuh oleh Pemda Mimika sebab semuanya merupakan keputusan dari kepala daerah dalam hal ini Bupati.

Dari sisi kesehatan sendiri seperti yang dipaparkan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra bahwa angka kesembuhan terus meningkat. Bahkan beberapa kelurahan dan kampung yang sebelumnya masuk zona merah, sudah menjadi zona kuning, bahkan kini kembali hijau.

Tapi menurut Reynold secara keseluruhan pandemi Covid-19 di Mimika belum mencapai puncak. Tetapi jika dipetakan berdasarkan distrik maka Tembagapura sudah melewati puncak. Ini menandakan bahwa Mimika belum bisa melangkah ke era normal baru dan harus tetap pada masa pra normal baru.

Situasi pandemi Covid-19 di Mimika kata Reynold akan bisa terbaca dalam dua pekan kedepan apalagi dengan dioperasikannya mesin PCR di RSUD Mimika yang bisa menghasilkan pemeriksaan dalam 24 jam. Tidak seperti beberapa bulan terakhir, dimana sebagian spesimen masih dirujuk ke Jayapura dan membutuhkan waktu lama.

Dengan masa pra normal baru yang masih diterapkan, maka masyarakat Mimika diharap mematuhi protokol kesehatan agar rantai penularan Covid-19 di Mimika benar-benar bisa terputus. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *