oleh

Sampah Medis Covid Perlu Penanganan Khusus

TIMIKA – RSUD Mimika, RSMM, serta rumah sakit lainnya, serta Puskesmas yang menangani pasien terkonfirmasi Covid-19, agar memperhatikan sampah atau limbah medis.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Mimika Yulian Salossa kepada Radar Timika, Rabu (17/6). Menurutnya, semua sampah medis sangat berbahaya terlebih khusus bahan medis habis pakai khusus bagi pasien Covid-19. Sehingga harus dikemas dengan baik dan di buang ditempat yang dikhususkan, untuk dibakar atau ditimbun untuk mengantisipasi terjadinya penularan.

“Satu hal yang menjadi masukkan dan ini menjadi program prioritas adalah terkait sampah atau limbah yang dihasilkan dari Covid-19. Maka saya harapkan ini menjadi perhatian fasilitas kesehatan,” ujar Yulian.

Dikatakannya, hampir setiap hari ada orang-orang yang sering memungut sisa-sisa makanan dari sampah untuk mencari makanan untuk ternak mereka di tempat-tempat pembuangan sampah sementara.

Apabila masyarakat ini menemukan adanya sampah sisa limbah medis dibuang begitu saja, sangat dikhawatirkan akan berbahaya bagi yang bersangkutan.

Politisi PDIP ini mengatakan, sampah limbah medis ini diharapkan dapat dipisahkan tersendiri, dan tidak dicampur dengan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Bahkan, petugas yang menangani sampah limbah medis bekas Covid-19 ini harus ditunjuk khusus serta dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD).

“Sampah medis sisa penanganan Covid-19 ini harus dipisahkan dan harus ditangani oleh orang-orang yang sudah ditunjuk, juga harus dilengkapi APD,” jelas Yulian.

Untuk menangani sampah medis ini, sebaiknya disediakan tempat khusus selanjutnya dipisahkan kemudian dibakar atau ditimbun.

“Pemerintah melalui Dinas Kesehatan harus atur limbah sampah medis. Ini harus disediakan tempat khusus agar tidak bercampur dengan sampah dari rumah tangga,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *