oleh

Masuk Timika Cukup Rapid Test, Keluar Mulai Bayar Rp 600 Ribu

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mulai menerapkan new normal atau adaptasi hidup baru. Dari kesepakatan bersama dalam rapat yang dipimpin Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH bersama Forkopimda di Hotel Grand Mozza, Kamis (18/6) kemarin, adaptasi hidup baru yang ditetapkan ini tidak banyak berubah dari penerapan pra new normal yang sebelumnya sudah diberlakukan.

Meski sudah memasuki adaptasi hidup baru, namun jadwal penerbangan belum normal seperti sediakala. Setiap maskapai masih tetap dibatasi dan hanya diberi jadwal dua kali dalam seminggu. Ini merupakan salah satu poin dalam Surat Kesepakatan Bersama Nomor 443.1/517 tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mimika.

Salah satu poin yang juga berubah adalah ketentuan bagi pelaku perjalanan dari luar Timika. Sebelumnya diwajibkan swab PCR test, kini cukup dengan rapid test. “Dari luar mau masuk ke Timika harus swab, itu sudah tidak dipakai lagi, sekarang boleh rapid test, mudah bisa dapat dokumen perjalanan dari kesehatan mengingat biaya,” ujar Bupati Omaleng usai pertemuan.

Demikian halnya dengan warga Mimika yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah juga harus mendapatkan surat izin atau surat keterangan sehat. Tapi dikatakan Bupati Omaleng, jika sebelumnya Pemda Mimika tidak memungut biaya atau gratis, maka mulai hari ini akan dikenakan biaya.

“Kalau orang yang mau keluar tadinya gratis kepada masyarakat, kita berikan surat jalan. Tapi kita berubah, siapa yang mau keluar, silahkan hubungan dengan Dinkes. Itu untuk administrasi, dia mau kasih berapa tapi kita tetapkan Rp 600 ribu. Kalau swab Rp 2,5 juta. Tapi swab tidak (perlu), cukup rapid test, mau kemana saja tetap rapid test,”  jelasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *