oleh

Tim Gugus Gencarkan Kampanye Protokol Kesehatan

TIMIKA – Memasuki masa adaptasi hidup baru, atau adaptasi menuju new normal, Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika gencar melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan. Dengan menerjunkan 9 tim menggunakan mobil Puskesmas Keliling, tim mendatangi pusat keramaian untuk berkampanye.

Tidak hanya mengenai tiga protokol utama yang wajib dipatuhi setiap orang yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Tapi ada poin-poin lain yang harus diterapkan oleh pengelola fasilitas umum.

Seperti toko, pusat perbelanjaan dan perbankan. Dimana tidak sebatas memeriksa suhu tubuh dan memastikan pengunjung menggunakan masker dan mencuci tangan tapi pengelola juga harus rela membatasi jumlah pengunjung agar tidak terjadi kepadatan dalam ruangan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan Minggu (21/6) lalu mengatakan ini sudah menjadi kesepakatan bersama terkait kondisi saat ini dimana Mimika berada di masa adaptasi hidup baru.

Ditegaskan Reynold, pengelola pusat perbelanjaan dan toko harus menerapkan itu. Sebab relaksasi sudah diberikan dulunya hanya beroperasi sampai jam 2 siang tapi sekarang bisa beroperasi hingga pukul 19.00 WIT. Otomatis pengunjung bisa diatur agar tidak terjadi kepadatan dan social distancing bisa diterapkan.

Promosi sosial tentang protokol kesehatan tidak hanya dilakukan di seputaran Kota Timika, tetapi juga sampai di pinggiran termasuk satuan pemukiman. Dimana masyarakat tetap diminta untuk membatasi pergerakan jika memang tidak ada kepentingan yang mendesak. Sebab Mimika masih berada dalam situasi kegawatdaruratan kesehatan.

Selain melakukan kampanye protokol kesehatan, hari ini tim akan melanjutkan pemeriksaan massal di beberapa kelurahan yang masuk zona merah dan fasilitas umum termasuk tempat hiburan malam yang sampai saat ini masih dilarang untuk beroperasi meskipun sudah memasuki masa adaptasi hidup baru. “Nanti juga ada di mall atau pusat perbelanjaan dan masih lanjut di kelurahan zona merah,” ujar Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *