oleh

Lagi, Polisi Bongkar Tempat Penyulingan Miras

TIMIKA – Jajaran personel Satuan Sabhara Polres Mimika, Rabu (24/6) siang kembali membongkar beberapa tempat penyulingan miras tradisional jenis Sopi yang beberapa diantaranya masih aktif beroperasi di dalam hutan Kelurahan Wonosari Jaya SP 4.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara Polres Mimika, AKP Rosman L Mansyur itu, berhasil menemukan 3 camp bekas tempat produksi miras yang sudah tidak digunakan, dan 2 camp pembutan miras yang masih berfungsi.

Kasat Sabhara yang ditemui wartawan di lokasi pembuatan miras menjelaskan, razia itu merupakan upaya dari pihak kepolisian untuk memberantas peredaran miras yang merupakan salah satu penyebab sering terjadinya tindakan kriminal di Mimika.

“Setelah kami terima informasi berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, kami langsung telusuri dan kami menemukan beberapa titik baik camp lama maupun camp yang masih aktif produksi,” tuturnya.

AKP Rosman menguraikan, di TKP dua camp, polisi berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa bahan baku pembuatan miras jenis sopi. Dan sejumlah barang bukti itu langsung dimusnahkan di TKP dengan cara dibongkar dan bahan bakunya ditumpahkan.

Mengenai pemilik camp, AKP Rosman menyebut saat polisi datang, tidak ada satupun camp yang dijaga pemiliknya, demikian juga dengan aktivitas pembuatan miras. Ini menurutnya karena para pelaku pembuat miras, rata-rata melakukan produksi pada malam hari, sehingga saat dini hari, mereka sudah pergi dengan membawa hasil miras siap edar.

“Informasi yang kita dapat bahwa mereka biasanya masak (Penyulingan, red) pada malam hari, dan hasilnya mereka bawa keluar dari hutan saat dini hari,” katanya.

Kendati demikian, AKP Rosman menyebut pihaknya kesulitan mengembangkan kasus ini karena tertutupnya warga akan informasi aktivitas pembuatan miras ini.

“Mungkin saja ada ancaman dari para pelaku, makanya warga enggan komentar soal lokasi pembuatan miras ini. Makanya barang bukti yang ada ini, kita langsung musnahkan di TKP ini,”jelas Kasat Sabhara.

Dalam kesempatan itu, Kasat Sabhara juga menjelaskan cara produksi miras jenis sopi di lokasi temuannya, dimana cara pembuatannya sama persis dengan cara yang digunakan oleh pelaku yang diamankan Minggu (21/6) lalu di hutan Mapurujaya.

“Cara pembuatannya sama dengan yang di Miktim, dimana bahan bakunya gula, fermipan dan air kubangan yang dicampur kemudian diendapkan lalu dimasak,” urainya.

Sementara itu dari pantauan Radar Timika di lapangan, untuk menuju lokasi tempat pembuatan miras di tengah hutan itu, harus melewati kebun warga kemudian menelusuri hutan dengan kondisi jalan yang penuh dengan lumpur. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *