oleh

Pelaku Pembuatan Miras Harus Diproses Hukum

TIMIKA – Para pelaku pembuatan miras jenis Minuman Lokal (Milo) setelah digerebek dan dihancurkan lokasi pembuatannya, diharapkan selanjutnya harus diproses sesuai hukum. Sehingga ada efek jera bagi yang lainnya untuk tidak memproduksi Milo lagi.

Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng kepada Radar Timika, Rabu (24/6).

Diungkapkannya, untuk memutus mata rantai penyebaran Milo di Timika, harus bisa dibasmi sampai di akar akarnya. Salah satunya adalah membongkar jaringan penjualan atau di mana penyalur dan distributor Milo, sehingga peredaran milo ini bisa segera dihentikan.

“Setelah digrebek, dibasmi tempat pembuatan milo, pelakunya itu harus dihukum agar ada efek jera,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, setelah Milo dibasmi maka minuman keras yang yang dari pabrik itu dapat ditata. Termasuk adanya pembatasan. Di mana, Milo ini yang banyak merugikan masyarakat kecil karena memang dijual dengan harga yang cukup murah. Namun efeknya akan negative, karena banyak menjadi penyebab terjadinya kasus kriminalitas.

Untuk itulah, proses pengrebekan pembuatan milo sebut Robby, memang harus diperhatikan dengan serius oleh pihak kepolisian secara berkelanjutan.

Robby sendiri memberikan apresiasinya dan dukungan terhadap langkah Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dan jajarannya dalam memberantas produksi minuman lokal (Milo) di  Mimika.

Ditambahkan Ketua DPRD, adanya penggrebekan dan penghancuran lokasi lokasi penyulingan Milo di Distrik Mimika Timur beberapa hari lalu, adalah hal yang positif dan perlu didukung oleh seluruh masyarakat. Sebab produksi milo yang lebih banyak dijual kepada masyarakat kecil, karena dengan harga murah dan meriah bisa dibeli oleh siapa saja. Ini yang harus dihentikan produksinya, termasuk membasmi tempat tempat penjualan milo ini.

“Milo kadang menjadi pemicu berbagai masalah di masyarakat, karena terpengaruh mabuk, sehingga banyak menimbulkan persoalan,” imbuh Robby. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *