oleh

Dampak Covid-19, Penerimaan Bea Cukai Amamapare Menurun

TIMIKA – Bea Cukai Amamapare memungut penerimaan negara dari Bea Masuk dan Bea Keluar dari kegiatan yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) dan kontraktornya. Dengan adanya kejadian luar biasa yakni wabah Covid-19 yang saat ini meresahkan seluruh Negara, tentunya sangat bedampak terhadap produksi tambang PTFI, sehingga ikut mempengaruhi penerimaan negara yang dikumpulkan Bea Cukai Amamapare di Tahun 2020.

Sampai dengan akhir Juni, Bea Cukai Amamapare mencatat realisasi penerimaan Bea Masuk Rp 49,99 miliar atau 23,04 persen dari target APBN. Capaian ini menurun 47,68 persen dari penerimaan Bea Masuk di bulan yang sama tahun 2019 yang lalu.

Untuk realisasi Bea Keluar Rp 374,89 miliar atau 26,44 persen dari target APBN dengan jumlah dokumen sebanyak 21 dokumen. Capaian ini pun juga menurun sebesar 48,35 persen dari tahun sebelumnya.

Dengan realisasi ini pun kantor perwakilan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) kata Kepala Bea Cukai Amamapare, I Made Aryana kepada Radar Timika, Jumat (3/7) memprediksi penerimaan yang bisa dikumpulkan sampai dengan akhir tahun 2020 ini hanya sebesar Rp 810,8 miliar dari target Rp 1.635.803.555.333.

“Konsentrat Tembaga dan Mineral ikutannya merupakan produk mineral mentah yang sangat diminati oleh banyak negara di dunia. Banyak produk olahan konsentrat tembaga yang nantinya menjadi bahan utama produk elektronik, rumah tangga dan masih banyak lagi,” katanya.

Terkait dengan hal tersebut, Bea Cukai Amamapare jelas Made Aryana selalu hadir untuk melakukan pengawasan dan pelayanan di bidang Kepabeanan dan Cukai . Dalam hal khusus terkait dengan pemenuhan kewajiban Bea Keluar atas konsentrat tembaga, mineral ikutannya dan Bea Masuk untuk barang-barang pendukung tambang.

Lanjutnya, pandemi Covid-19 tidak akan menyurutkan langkah Bea Cukai untuk tetap berkontribusi bagi penerimaan negara. Khususnya di bidang kepabeanan dan cukai di tahun berjalan.

“Semoga dampak dari pandemi Covid-19 ini segera usai dan perekonomian di Timika dan sekitarnya dapat bangkit Kembali. Karena salah satu instrumen yang paling penting untuk menghidupkan Kota Timika adalah dari perekonomiannya yang berkembang maju,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *