oleh

Kadisdik Minta Warga Jangan Cuma Curhat di Sosmed

TIMIKA – Dunia pendidikan tak pernah lepas dari berbagai persoalan. Terutama mengenai kebijakan yang kerap menuai protes. Contohnya di masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sedang berlangsung, dimana banyak orang tua yang merasa keberatan dengan adanya pungutan dari pihak sekolah.

Menyikapi itu, Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeny Usmani menegaskan untuk sekolah negeri tidak diperbolehkan menarik pungutan. Kalaupun ada harusnya langssung melaporkan ke Dinas Pendidikan.

“Karena untuk sekolah negeri, pungutan dalam bentuk apapun tidak boleh. Saya sudah bilang bahwa batik dan baju olahraga pun itu tidak boleh dijual saat ini karena tidak ada tatap muka, kenapa anak-anak pakai seragam,” ujar Jeny ketika ditemui di Hotel Grand Mozza, Kamis (2/7) lalu.

Bahkan uang ujian yang sudah ditarik oleh pihak sekolah belum lama ini sudah diperintahkan Jeny agar dikembalikan kepada orang tua, karena memang tidak ada pelaksanaan ujian sebagai dampak pandemi Covid-19.

Jeny mengingatkan sekolah bahwa sekarang ini masih dalam situasi pandemi, sehingga harus memiliki kepedulian kepada semua orang. Tidak semua orang tua murid memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Jika sekolah tetap menarik pungutan maka orang tua murid akan kesulitan.

“Kan pendidikan itu gratis untuk semua, harus terjangkau,” terangnya.

Tidak hanya di sekolah negeri, di sekolah swasta sekalipun ditegaskan Jeny jika ada kebijakan sekolah yang dirasa memberatkan orang tua harus dilaporkan. Jangan hanya curhat di sosial media sehingga menimbulkan retorika atau sebatas isu belaka. Ia meminta orang tua murid tidak takut kalau memang merasa diberatkan dengan kebijakan sekolah.

“Kalau curhat di media sosial ya tidak bertanggungjawab. Saya tidak punya akun sosial media jadi tidak tahu. Pemerintah membutuhkan data. Jadi kalau memang ada masyarakat yang merasa dirugikan harus disampaikan,” tandasnya.

Saat menyampaikan protes pun harus berdasarkan data. Jangan sampai kata Jeny hanya menjadi tuduhan. Misalnya ada keluhan soal guru tidak ada pedalaman, tapi ketika ditanya nama sekolah malah tidak tahu. Padahal untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di pedalaman, Disdik mengantar dan menjemput guru langsung. Saat ini guru memang masih berada di kota karena libur. Selama masa pandemi dipastikan KBM di pedalaman tetap berjalan karena guru baru ke kota ketika libur.

“Masyarakat sekali lagi saya imbau, kalau menyangkut pendidikan itu kalau muaranya ke kebijakan jangan bicara di sosial media. Tapi kalau lapor ke kantor akan ditindaklanjuti hari itu juga,” tegasnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *