oleh

Distrik Siap Bantu Kantor Pos Salurkan BST

TIMIKA – Pada tahap kedua penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial, terdapat tambahan keluraga penerima manfaat sekitar 4 ribu kepala keluarga yang tersebar di 18 distrik. Agar tidak terkendala seperti pada tahap pertama, Kantor Pos selaku operator penyalur berkoordinasi dengan Pemda Mimika dalam hal ini distrik untuk membantu dalam penyaluran.

Seluruh pemerintah distrik menyatakan kesiapan untuk membantu pihak Kantor Pos. Kesepakatan itu diambil dalam rapat yang digelar Kamis (9/7), di Kantor Pusat Pemerintahan dan dipimpin oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM.

Wabup Rettob yang ditemui usai pertemuan mengatakan penyaluran BST dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama sudah selesai, namun sebagian karena kemungkinan persoalan data jadi tidak bisa terakomodir dan diblokir oleh Kemensos karena tidak dicairkan sampai batas waktu. Namun Pemda Mimika berupaya agar data itu bisa dibuka kembali.

Tahap kedua yang sementara berjalan kata Wabup ada kendala dalam penyaluran terutama untuk wilayah pesisir dan pegunungan. Sehingga pemerintah tingkat distrik dan kampung perlu dilibatkan membantu Kantor Pos. “Kita punya kesepakatan bahwa nanti akan dibagikan, didistribusikan melalui distrik dan kampung,” ujarnya.

Menurutnya, ini sangat efektif dalam penyaluran. Sebab di masa pandemi ini, distrik dan kampung juga menyalurkan bantuan langsung tunai dari dana desa dan itu berjalan lancar. Sehingga ia yakin untuk penyaluran BST inipun bisa dilakukan.

Kepala Dinas Sosial, Petrus Yumte yang hadir dalam rapat mengatakan ada sebanyak 8.549 keluarga penerima manfaat yang terdata menerima BST. Namun, belum semua BST tahap satu disalurkan karena terkendala geografis sehingga Kemensos melakukan penangguhan. Tapi Pemda Mimika sudah menyampaikan surat agar memberi pertimbangan khusus mengingat kondisi geografis di Mimika.

“Tapi di BST ada yang bagus. Kita coba tangkap adalah masyarakat kita yang selama ini tidak tercover terutama orang asli itu 4 ribu sekian penerima di tahap kedua itu 100 persen putra daerah. Kemudian ada dua distrik yaitu Jila dan Jita yang selama ini belum masuk di data PKH, di Covid-19 mereka sudah masuk,” terang Petrus Yumte.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *