oleh

Bupati Tegaskan Tak Ada Bantuan Pusat untuk Penanganan Covid di Mimika

TIMIKA – Hampir seluruh anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Mimika menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal itu ditegaskan Bupati Eltinus Omaleng, SE MH ketika ditemui di Gedung DPRD, Jumat (10/7) kemarin.

Anggaran yang nilainya sekitar Rp 200 miliar untuk penanganan Covid-19 ditegaskan Bupati Omaleng merupakan hasil realokasi dan refokusing APBD. Ia menyebut, tidak ada bantuan anggaran sama sekali dari pemerintah pusat selama pandemi. Adapun bantuan hanya dari Pemerintah Provinsi Papua sebesar Rp 7 miliar.

Pengadaan alat kesehatan baik itu alat pelindung diri hingga alat rapid test menggunakan anggaran daerah. “Itu bukan dari pusat, kita punya uang sendiri yang keluar. Dari pusat tidak ada yang bantu kok. Provinsi saja yang bantu Rp 7 miliar, dari pusat tidak ada bantuan ke daerah,” tegasnya.

Inilah yang menjadi salah satu dasar Pemda Mimika tidak mengikuti kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan terkait harga pemeriksaan antibodi dengan rapid test. Bupati menyatakan, Pemda Mimika terlebih dahulu mengeluarkan regulasi. Sementara Peraturan Menteri baru terbit beberapa hari lalu.

Lagian kata Bupati, penarikan biaya rapid test tetap dikembalikan ke kas daerah untuk digunakan lagi melakukan pengadaan alat kesehatan termasuk alat rapit test. “Itu bukan pungli. Uang itu disetor ke kas daerah untuk dipakai lagi pengadaan alat rapid test. Itu bukan barang yang ambil di sini, itu juga beli,” ujar Bupati Omaleng.

Penerapan kebijakan ini juga sekaligus untuk mencegah masyarakat bepergian dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. Apalagi dengan dibukanya penerbangan justru menambah kasus baru di Mimika.

Kebijakan penerapan new normal sendiri ditambahkan Bupati akan dievaluasi pekan depan. Apakah new normal dilanjutkan atau pembatasan kembali diberlakukan termasuk pembatasan penerbangan.

Sejauh ini menurutnya situasi Covid-19 di Mimika terus menurun berdasarkan angka kesembuhan pasien. Jumlah pasien aktif juga semakin berkurang. Meskipun ada tambahan kasus namun pasien sembuh dikatakan Bupati jauh lebih besar.

Sehingga protokol kesehatan menjadi kunci untuk pengendalian Covid-19. Memakai masker, cuci tangan dan menjaga jarak. Tim Gugus Tugas juga terus melakukan sosialisasi dengan mendatangi pusat keramaian sekaligus pengawasan protokol kesehatan. “Bagaimana ketika di dalam toko, apakah benar jaga jarak, juga di bandara,” ujarnya.

Ia mengklaim, di masa new normal ini aktivitas ekonomi kembali menggeliat. Pendapatan masyarakat yang sempat turun selama adanya pembatasan sosial berangsur normal. Di masa pembatasan sosial juga kata Bupati Omaleng, angka kriminalias cenderung naik karena situasi ekonomi yang sulit. “Karena itu kita buat new normal supaya semua aspek ekonomi hidup kembali,” tutupnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *