oleh

SMK Petra Tidak Wajibkan Siswa Bayar SPP

TIMIKA – Dimasa pandemi Covid-19 yang mengharuskan sekolah menghentikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah, dan mengalihkan dengan belajar dari rumah melalui online yakni aplikasi WhatsApp dan Zoom bagi siswa yang memiliki fasilitas dan modul bagi yang tidak, SMK Petra Mimika memberikan keringanan kepada siswanya.

Yakni, siswa tidak diharuskan membayar Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP) sebagai hal yang wajib dibayar setiap bulan sebelum wabah Covid-19 melanda, yakni Rp 100 ribu per bulan. Akan tetapi hal ini kini dikembalikan kepada siswa. Jika ingin membayar silakan, namun jika tidak pihak sekolah pun tidak memaksa.

“Kita tidak memaksa. Kalau anak-anak punya kesadaran bayar yah bayar, kalau tidak juga kita tidak memaksa, tetapi tetap proses pembelajaran itu kita siapkan. Istilah, kita tidak gratiskan tetapi kita tidak memaksa untuk membayar,” kata Kepala Sekolah SMK Petra, Fedrik Yembise saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/7).

Tidak diwajibkannya pembayaran SPP kata Fedrik tidak akan mengganggu dan menjadi tolak ukur pihak sekolah untuk membiarkan siswanya. Pasalnya honor guru honorer tetap dibayarkan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sebagaimana intruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Begitu pun dengan uang pembangunan atau pendaftaran ulang bagi peserta didik baru yang telah diterima di tahun ajaran 2020/2021 ini, pihak sekolah juga tidak memaksa dan menentukan biayanya. Berapapun yang diberikan orang tua atau wali akan tetap diterima. Terbukti dari 120 siswa baru yang sudah terdaftar, 40 persen diantaranya hanya membayar sebisanya saja.

“Sampai sekarang pendaftaran masih tetap kita buka, karena dari 210 siswa yang mengambil formulir yang kembalikan hanya 120 saja. Saya sampaikan bahwa jangan khawatir dengan uang sekolah, silakan datang saja dan mendaftar,” ungkapnya.

Ia mengatakan, saat ini ke 120 siswa yang sudah terdaftar ini sudah mulai diberikan pembekalan dan pengenalan lingkungan sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Setelah itu siswa akan diberikan pilihan untuk memilih metode pembelajaran yang akan di pilih yakni zoom, WhatsApp atau modul.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *