oleh

Bupati Indikasikan Lockdown Khusus Tembagapura

TIMIKA – Penerapan new normal di Mimika akan dievaluasi hari ini Kamis (16/7). Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH ketika ditemui di Hotel Grand Mozza, Rabu (15/7) mengisyaratkan kebijakan itu akan tetap dilanjutkan, namun ada pembatasan untuk wilayah yang masuk kategori zona merah, dalam hal ini Distrik Tembagapura.

Angka reproduksi efektif Covid-19 di Mimika diungkapkan Bupati Omaleng kembali naik. Penyebab utamanya karena penemuan kasus di wilayah Tembagapura dalam hal ini karyawan dari area kerja PT Freeport Indonesia. Parahnya banyak yang terdeteksi ketika berada di Timika.

Bupati menyoroti langkah yang diambil oleh pihak manajemen PTFI yang dinilai melonggarkan persyaratan bagi karyawan yang akan turun ke Timika yaitu hanya melalui rapid test. Sementara, jika ingin kembali ke Tembagapura dari Timika diwajibkan swab.

“Ini yang tidak benar. Sehingga kami mau bahas besok PTFI harus ambil langkah tegas sehingga karyawan mau turun harus swab sama-sama. Dari Tembagapura swab, dari Timika juga swab,” tegasnya.

Parahnya lagi, kata Bupati Omaleng karyawan yang sudah dinyatakan positif Covid-19 diberi pilihan untuk menjalani isolasi mandiri di Timika yang dalam pelaksanaannya tidak disiplin. Sehingga diketahui ada pasien Covid-19 yang bebas berkeliaran bahkan mengunjungi fasilitas umum.

Situasi ini menurutnya membuat penanganan Covid-19 di Mimika tidak bisa diselesaikan lebih cepat. Justru kasus baru akan terus muncul jika dibiarkan. Makanya dalam evaluasi hari ini, Pemda akan lebih fokus pada penanganan di wilayah Tembagapura.

“Kalau memang seperti itu, sikap pemerintah jelas daerah itu kami akan berikan sanksi lockdown sehingga akses keluar masuk Timika, Tembagapura dan Makassar akan dibatasi. Tadinya kita buka peluang buat mereka bisa bawa datang karyawan, Airfast dibebaskan. Tapi dengan adanya seperti ini, kami tidak mau lagi,” tegas Bupati Omaleng.

Pembatasan atau lockdown kata Bupati, hanya diberlakukan untuk wilayah Tembagapura karena jika tidak bisa menyebar sampai di Timika. Kasus yang ditemukan di Timika justru adalah pekerja di area PTFI. Sementara untuk wilayah Kota Timika dan sekitarnya tetap diberlakukan new normal.

New normal tapi lanjut Bupati, semua masyarakat harus tetap disiplin dan punya kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sejauh ini ia menilai masyarakat mulai paham dan menjalankan protokol kesehatan. Sehingga diharapkan protokol Covid-19 ini bisa dijadikan sebagai kebiasaan baru.

“Misalnya saya lupa masker, kembali ambil masker dan pakai. Oh, saya lupa cuci tangan, kembali cuci tangan. Itu masyarakat sudah paham, cuma kita yang lain ini. Kita harusnya edukasi masyarakat tapi justru masyarakat lebih pintar dari kita,” terangnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *