oleh

Hasil Seleksi CPNS Diumumkan Hari Ini

OAP Yang Lolos CPNS Tak Sampai 80 Persen

TIMIKA – Hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipi (CPNS) formasi Tahun 2018 rencananya akan diumumkan hari ini, Kamis (16/7). Hal itu diungkapkan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH ketika ditemui di Hotel Grand Mozza, Rabu (15/7) kemarin.

Kuota formasi CPNS Tahun 2018 untuk Kabupaten Mimika sebanyak 300 formasi yang terdiri dari 111 tenaga guru, 117 tenaga kesehatan dan 72 tenaga teknis. Dalam proses penerimaan, diterapkan pembagian 80 persen untuk orang asli Papua dan 20 persen bagi non Papua namun lahir dan besar di Mimika.

Namun, kuota 80 persen atau 240 formasi untuk orang asli Papua seperti yang diungkapkan Bupati Omaleng tidak tercapai. Diperkirakan hanya sebagian atau sekitar 130-an OAP yang dinyatakan lolos seleksi CPNS untuk mengisi formasi yang sudah dilamar.

Bupati Omaleng menjelaskan, syarat 80:20 itu dalam hal penerimaan. “Anak asli Papua dari sekian banyak formasi hanya sedikit hanya sekitar 130an yang akan tembus. Besok kita akan dengar hasilnya berapa yang akan lolos,” ujarnya.

Bupati menyatakan banyak yang tidak paham soal aturan 80 dan 20 persen sehingga memberikan komentar dan meminta pemerintah untuk bisa meloloskan seluruh pelamar dari kalangan orang asli Papua dalam penerimaan CPNS.

Memang lanjutnya, keberpihakan itu sudah ada. Namun dari sumber daya sendiri belum dipersiapkan secara baik. Dalam formasi penerimaan CPNS Tahun 2018 misalnya, didominasi untuk tenaga guru dan kesehatan. Sementara dari kalangan Suku Amungme dan Kamoro tidak banyak yang memiliki latar belakang pendidikan atau jurusan kegurusan dan pendidikan. “Mana anak-anak Amungme dan Kamoro yang sekolah guru dan kesehatan. Tidak banyak yang ambil jurusan itu, ” katanya.

Padahal dalam penerimaan CPNS yang dibutuhkan sebagian besar adalah tenaga guru dan kesehatan. Sementara anak asli Amungme dan Kamoro selama ini lebih tertarik mengambil jurusan di bidang ekonomi dan hukum yang dalam formasi CPNS paling sedikit dibutuhkan.

Sehingga Bupati Omaleng berharap seluruh elemen bisa memahami hal tersebut jika hasil seleksi sudah diumumkan. “Itu juga perlu dipahami, jangan bilang pemerintah tidak lakukan. Kita sudah laksanakan tapi punya anak-anak yang jurusan itu tidak ada. Sehingga di tempat itu kosong semua. Kalau kita mau isi, mungkin di teman-teman lain dari non Papua. Itu barangkali ada banyak,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *