oleh

Tingkatkan Kesadaran Hukum, KNPI Gelar Sosialisasi

TIMIKA – Menganggap pentingnya peran generasi muda dalam menanggulangi kejahatan di masyarakat dan untuk meningkatkan kesadaran hukum, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Mimika mengadakan sosialisasi yang dihadiri oleh ketua atau perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Kemasyarakatan (OK), Jumat (17/7) kemarin di ballroom Hotel Horison Ultima Timika.

Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua KNPI, Michael Gomar ini adalah orang-orang yang memang memiliki kompeten atau pemahaman mendalam tentang hukum seperti dari pihak Kepolisian, Pengadilan Negeri, Kabag Hukum dan advokat, agar peserta yang hadir lebih mudah memahami.

“Awalnya ini kan program KNPI yang sudah dimasukkan dalam bidang-bidang di KNPI sendiri, yang mana dalam Raker itu kami sudah menetapkan program kerja KNPI dalam 1 tahun kedepan. Program ini dilaunching bersama-sama dengan semua kegiatan yang dilakukan dengan dalam rangka HUT KNPI ke-47. Tindaklanjutnya setelah dari Kwamki Narama kami dari Bidang Hukum dan HAM KNPI sesuai dengan program yang ditetapkan itu untuk melaksanakan salah satu program ini,” kata Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM, Conis Manusiwa.

Ia mengatakan, KNPI mencoba mengajak pemuda-pemuda yang terlibat dalam organisasi kepemudaan maupun organisasi kemasyarakat di Kabupaten Mimika, untuk mempelajari dan memahami hukum. Karena menurutnya kesadaran hukum di kalangan masyarakat harus dimulai dari pemuda. Pemuda dalam hal ini anggota KNPI harus menjadi contoh.

“Pemuda yang mengikuti kegiatan ini bisa menjabarkannya kepada semua anggotanya, supaya ketika ada persoalan dia sudah bisa tahu bahwa konsekuensi dari pada persoalan, perbuatan dia adalah menyangkut hukum positif. Jadi jangan sampai ada persoalan malah bukan dia yang berdiri sebagai pemuda yang meluruskan hukum ini tapi malah membalikkan persoalan hukum itu,” jelasnya.

Ia mengatakan hukum di Kabupaten Mimika belum begitu berjalan baik. Artinya masih banyak yang belum sadar hukum, dimana masih banyak masyarakat yang belum memahami aturan hukum. Hal ini yang membuat hukum positif mengalami pembiaran. Pembiaran inilah yang nantinya menimbulkan masalah-masalah di kalangan pemuda sendiri, karena segala sesuatu itu tidak membuat orang menjadi sadar bahwa kesalahan itu harus ada hukumannya.

Menurutnya, hukum bukan sebuah ancaman tetapi hukum harus dijadikan sebagai cermin untuk menata kehidupan agar tercipta keharmonisan.

“Pemuda adalah kunci dan kontrol masyarakat. Sekalipun kita bukan aparat penegak hukum, tetapi akan membuat masyarakat sadar hukum,” tutupnya.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *