oleh

Masyarakat Diminta Tetap Serius Patuhi Protokol Kesehatan

Adaptasi Kebiasaan Baru

TIMIKA- DPRD Mimika meminta warga Mimika kembali memperhatikan dan menerapkan protokoler kesehatan COVID-19 secara serius. Pasalnya di era Adaptasi Kebiasaan Baru di Mimika sekarang ini, angka reproduksi COVID-19 kini naik menjadi 2 dari sebelumnya hanya 0,34.

Dari angka ‘2’ ini menunjukkan, bahwa satu kasus bisa menular ke dua orang sehat lainnya. Padahal sebelumnya angka ‘0,34’, berarti tidak terjadi penularan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua 2 DPRD Mimika Yohanis Felix Helyanan, Jumat (17/7). Jhon Tie mengatakan, peningkatan angka reproduksi COVID ini berpotensi membuat pemerintah bisa kembali menerapkan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat PSDD, guna mewaspadai gelombang kedua pandemi ini.

Untuk itu warga dimintanya tetap waspada, dengan aktif menerapkan protokoler kesehatan COVID-19 dalam menjalani tugas dan aktivitas keseharian.

“Saya harap warga tetap waspasa dan aktif menerapkan protokol kesehatan, walaupun sudah ditetapkan Adaptasi Kebiasaan Baru lagi selama 14 hari ke depan,” ujar Jhon Tie.

Legislator senior PDIP ini juga mengapresiasi Ketua Tim Gugus Nasional Doni Monardo, atas keberhasilan Provinsi Papua menurunkan jumlah kasus positif. Serta meningkatkan angka kesembuhan, di mana Kabupaten Mimika menjadi pencetak angka sembuh terbanyak.

Hendaknya, lanjut Jhon Tie, apresiasi itu diterima sebagai penyemangat bagi warga dan pemerintah, untuk semakin menerapkan kewaspadaan bukannya merasa bebas. Dan mengabaikan ancaman penularan yang masih bisa terus terjadi ke depan, sampai vaksin penyembuh COVID-19 ditemukan.

Ia berharap warga serius menerapkan protokoler kesehatan, sehingga tidak perlu mengalami kurungan tembok PSDD lagi.

Ditambahkannya, warga sendiri telah merasakan bagaimana dampak ‘tembok’ PSDD yang mematikan perekonomian warga. Oleh karenanya, agar tidak terjebak lagi dalam pembatasan sosial itu, warga perlu dengan kesadaran penuh menerapkan 3 bagian utama protokoler kesehatan. Seperti rajin mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak. Dengan demikian risiko terpapar virus semakin kecil, dan akhirnya memutus mata rantai penyebaran Covid sehingga warga Mimika semua kembali sehat.

Ia berharap peran serta semua pihak baik pemerintah, swasta dan stekeholer lainnya beserta seluruh lapisan dan elemen masyarakat, agar mensosialisasikan pentingnya mematuhi protokoler kesehatan, jika tidak mau kembali dipagari ‘tembok’ PSDD. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *