oleh

Dewan Pertanyakan Tranparansi Penggunaan Anggaran Covid-19

TIMIKA- Anggota DPRD Kabupaten Mimika, Den B Hagabal menyarankan, agar Pemda Mimika menjelaskan pemakaian anggaran Covid-19 kepada masyarakat umum. Hal itu, agar masyarakat tahu, bagaimana pemakaian anggaran yang disebut berjumlah sekitar Rp 200 miliar tersebut.

Den Hagabal, Minggu (19/7) mengatakan, pihaknya melihat APBD yang telah ditetapkan sebelumnya untuk tahun 2020 begitu besar. Namun ketika muncul Covid-19, anggaran tersebut dialihkan untuk penanganan Covid-19.

“Di Timika anggarannya lebih besar untuk tangani Covid-19 dengan pasien sekitar 400-an orang. Sedangkan di Jayapura anggarannya hanya berkisar Rp 8 miliar, untuk penanganan hampir seribu pasien,” ujarnya.

Anggaran besar yang ditetapkan di Timika untuk penanganan Covid-19 dinilainya, juga tidak pernah diinformasikan untuk hal apa saja. Ia juga menyinggung soal pasien yang ada di Tembagapura, yang dinilainya cukup banyak tapi tak ditangani Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika langsung, melainkan oleh PT Freeport Indonesia.

“Selain itu, kalau kita mau bahas soal bantuan, banyak juga bantuan yang diberikan oleh lembaga atau organisasi lain seperti YPMAK, tidak semuanya oleh pemerintah. Jadi harapan kami pemakaian anggaran dipublikasikan,” harap Den.

Ia juga mempertanyakan mengapa hotel digunakan sebagai kantor pusat penanganan Covid-19. Padahal ia menilai Pemda Mimika sendiri memiliki kantor yang cukup luas untuk digunakan.

“Kami pertanyakan itu. Kami mau mereka transparan karena ini APBD. Masyarakat perlu tahu penggunaan anggaran Covid-19 ini,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *