oleh

Pembenahan Sarana Infrastruktur Jadi Harapan Masyarakat di Dapil 2

TIMIKA – Masyarakat di Distrik Mimika Baru (Miru) berharap agar pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan sarana infrastruktur, guna mendukung program Smart City yang sesuai dengan visi dan misi Bupati-Wakil Bupati, Eltinus Omaleng-Johannes Rettob.

Harapan itu terungkap dalam agenda Reses 1 Anggota DPRD Dapil 2, Reddy Wijaya di Jalan Pattimura ujung, Selasa (21/7).

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Reddy Wijaya mengungkapkan jika masyarakat di seputaran wilayah Distrik Miru memberikan usulan untuk perbaikan sarana infrastruktur untuk mendukung program Smart City. Untuk mewujudkan program Smart City, masyarakat berharap agar pemerintah bisa memperbaiki sarana infrastruktur, agar hal ini bisa maksimal sesuai dengan harapan pemerintah.

“Aspirasi masyarakat di Dapil 2 yakni sesuai dengan RPJMD 2020-2024, sesuai dengan program smart city, pemerintah perlu benahi sarana infrastruktur, seperti pembangunan sarana drainase, pembangunan jalan, dan pengadaan fasilitas penerangan jalan di gang-gang perumahan masyarakat,” jelas Reddy.

Reddy yang juga Anggota Komisi A DPRD ini mengatakan dalam kegiatan resesnya, ia melibatkan masyarakat yang berdomisili dari seputaran wilayah Kelurahan Kebun Sirih, Kelurahan Inauga dan Kelurahan Pasar Sentral. Masyarakat dari beberapa kelurahan ini mengusulkan juga agar Dinas Pendidikan bisa mempunyai kebijakan yang mendukung orang tua di masa Covid-19 dengan sistim pembelajaran daring.

Mengingat tingkat perekonomian masyarakat yang berada dibawah rata-rata ini, sebut Reddy, tidak semua masyarakat mampu untuk membeli kuota internet. Selain itu, pada sekolah negeri juga, masyarakat berharap agar tidak ada pungutan biaya yang dibebankan kepada orang tua.

“Di sekolah negeri gratis, jadi orang tua mengeluhkan kenapa mau masuk sekolah pada saat pendaftaran siswa baru masih dikenakan biaya,” ujar Reddy.

Pada pertemuan yang cukup akrab ini, masyarakat juga mengeluhkan soal gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggal seperti di wilayah Jalan Busiri dan Jalan Pattimura. Masih banyak begal, dan beredarnya miras di tengah masyarakat yang menganggu Kamtibmas diharapkan tetap menjadi perhatian aparat keamanan.

Pada bidang kesehatan, pembiayaan yang dikeluarkan di Puskesmas juga masih dikeluhkan oleh masyarakat. Mereka lanjut Reddy, merasa pada pemerintahan bupati sebelumnya, tidak ada biaya yang harus dikeluarkan masyarakat jika berobat di Puskesmas. Kebijakan pro masyarakat inilah kata mereka yang harus dilaksanakan lagi pada era kepemimpinan dua periode bupati saat ini.

Para pemuda jelas Reddy, yang turut hadir dalam pertemuan ini juga berharap agar ada perhatian untuk komunitas mereka. Serta, Anak Lahir Besar di Timika (Labeti) tapi susah mencari kerja juga diharapkan dapat diperhatikan pemerintah. Para pemuda ini berharap agar mereka bisa difasilitasi untuk mendapatkan pembinaan peningkatan keterampilan melalui sarana di Balai Latihan Kerja (BLK) oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Menanggapi banyaknya usulan dari masyarakat ini, Reddy mengatakan jika ia berjanji akan mengawalnya sesuai dengan tupoksinya di lembaga legislatif. Dari usulan masyarakat ini, akan ia kawal untuk selanjutnya dapat masuk menjadi bagian dari Pokok Pikiran (Pokir) nya yang selanjutnya dapat disertakan juga untuk masuk dalam usulan Pemda dalam agensa Musrenbang di tahun anggaran 2021 mendatang.

“Reses ini cuma menyerap aspirasi. Saya janji akan kawal sampai menjadi Pokir dan dibawa ke tingkat daerah untuk Musrenbang. Hasil reses ini untuk program tahun depan, selain itu akan saya koordinasikan dengan dinas teknis juga,” imbuh Reddy.

Dalam kesempatan reses ini, Reddy juga memberikan Sembako kepada masyarakat.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *