oleh

Soal Otsus, Pempus Diharap Tidak Pandang Secara Politik

TIMIKA – Ketua DPRD Mimika Robby Omaleng meminta pemerintah pusat tidak hanya memandang kebutuhan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua dari kacamata politik, tapi dari pendekatan kearifan lokal kultur masyarakat Papua

Hal itu diungkapkan Robby saat ditemui Radar Timika, Selasa (21/7) di Kantor DPRD. Robby mengatakan tekait munculnya wacana dana Otsus Papua jilid kedua, kebijakan pemerintah pusat tidak melulu harus top-down (dari atas ke bawah) tapi perlu memperhatikan pendekatan lewat kearifan lokal Papua.

“Berkaitan dengan Otsus, Pemerintah Pusat itu tidak hanya melihat Papua itu dari sisi kaca mata politiknya,” ujar Robby.

Robby berharap jika Otsus Papua yang akan berakhir di Desember tahun 2021 depan akan dilanjutkan, maka unsur masyarakat harus ikut duduk bersama dalam merumuskan kebijakan pemerintah dengan tujuan untuk kesejahteraan warga Papua.

Ia menilai keberadaan Otsus Papua sekarang ini hanya untuk meredam gejolak di Papua, sehingga dalam implementasinya hampir 20 tahun Otsus mengalami kegagalan karena dana itu tidak tepat sasaran untuk dirasakan warga Papua sampai ke akar rumput.

Robby Omaleng menambahkan, Otsus Papua dinilainya belum seberhasil Otsus Aceh yang dimulai sejak tahun 2008 kini masuk tahun 12, yang diklaim oleh pemerintah setempat telah menurunkan angka kemiskinan warga Tanah Rencong itu sebesar 18 persen. Hal ini lantaran di Aceh realisasi kebijakan Otsusnya diberikan seluas-luasnya.

Oleh karenanya jika Pemerintah Pusat ingin memperpanjang kucuran dana Otsus Papua maka harus ada kebjiakan baru yang pro rakyat berdasarkan budaya kultur Papua, memberi kepercayaan penuh dan memberi ruang kewenangan untuk masyarakat Papua lewat regulasi yang tertuang dalam Perdasi dan Perdasus bagi kesejahteraan rakyat. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *