oleh

Masyarakat Dapil 4 Keluhkan Penanganan Banjir

TIMIKA – Masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 khususnya di Distrik Iwaka, mengeluhkan persoalan penanganan banjir dalam agenda kegiatan reses dua Anggota DPRD Mimika, Novian Kulla dan Den B Hagabal, Jumat (24/7) di Kantor Distrik Iwaka.

Kepala Kampung Naena Muktipura (SP 6), Musa Indra Wadibar mengeluhkan tidak ada sarana drainase, sehingga rawan terjadi banjir.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Bamuskam Kampung Wangirja, Jomiu Tabuni yang mengusulkan perlu adanya peningkatan jalan dan pembuatan drainase, agar tidak terjadi banjir yang menjadi langganan setiap tahun.

Sama halnya dengan Sekretaris Kampung Mulia Kencana, Ali Saban yang mengatakan setiap musim hujan, kampungnya langganan banjir karena adanya penyempitan sungai. Masyarakat berharap agar ada kegiatan normalisasi sungai sehingga jika musim hujan, sungai tidak meluap dan menyebabkan banjir.

Kampung Limau Asri Timur juga sering mengalami banjir karena terdapat bendungan. Solusi untuk penanganan banjir sendiri sebut Ali adalah pembangunan talud.

Diketahui, Kampung Mulia Kencana saat ini dilanda banjir yakni di di RT 2, 4, 5. Banjir disebabkan karena ada sungai kecil yang mengalami penyempitan.

“Masyarakat sering mengeluh normalisasi kali di RT 10 arah Utikini. Kalau banjir itu masuk ke kampung. Banjir di gapura RT 8, 9 dan RT 12, akhirnya warga tidak sulit untuk bekerja atau tinggal di dalam rumah,” jelas Ali.

Sementara itu, Sekretaris Kampung Limau Asri Barat, Lenois Manuri, mengharapkan aspirasi terkait peningkatan jalan-jalan poros Limau Asri yang telah diusulkan setiap tahun.

“Kami punya jalan poros Limau Asri itu dari tahun ke tahun hanya seperti itu saja dan tidak ada perubahan. Coba kita lihat kampung-kampung lain sudah diaspal,” tegasnya.

Kepala kampung Iwaka, Silvester Maipuku meminta agar dibuatkan rumah panggung yang disesuaikan dengan kondisi setiap tahunnya, yang mana hampir setiap tahun kampung Iwaka mengalami banjir.

Mendengar aspirasi masyarakat, Novian Kulla mengatakan sebagai penyambung lidah rakyat, nantinya ia akan meneruskan aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah, walaupun sudah dimasukkan pada saat Musrenbang ditingkat kampung dan tingkat distrik.

“Kami hadir ini untuk jaring aspirasi pada pembahasan program di anggaran tahun 202, program dalam Musrenbang, tapi kami juga minta untuk bisa dorong saat pembahasan, masyarakat harus usul terus, saya janji siap kawal usulan ini,” imbuh Novian.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *