oleh

DPC PDIP Gelar Musancab Pilih 18 PAC

TIMIKA – Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mimika, menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Tahun 2020 guna memilih Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP untuk 18 distrik di Kabupaten Mimika. Musyawarah yang diselenggarakan di Hotel Grand Tembaga itu berlangsung pada Minggu (26/7).

Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai dan Organisasi DPC PDIP yang juga merupakan Wabup Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengungkapkan, jika Musancab merupakan satu kesatuan di seluruh Indonesia yang berakhir tanggal 31 Juli 2020.

Rettob mengungkapkan jika seluruh kader PDIP harus bersatu dan berdedikasi dengan partai ini.  “Kita harus betul-betul satu seperti apa yang disampaikan dalam dedicate of life merupakan jiwa PDI-P yang haris kita hayati dan hidup kita dan juga di dalam keseharian kita,” jelas Rettob.

Dikatakanya, PDI-Perjuangan selalu kompak dan gotong royong. Dengan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC), akan membentuk Ranting dan Anak Ranting yang diharapkan kepengurusanya sampai di tingkat RT.

Senada dengan hal itu, Ketua DPC PDIP, Johannes Felix Helyanan mengatakan Musancab ini dilaksanakan berdasarkan hasil ketetapan Kongres PDIP di Bali. Dimana arahan pembentukan pengurus anak cabang dijadwalkan paling lambat 31 Juli 2020. Untuk itu, DPD PDIP Papua memerintahkan DPC PDIP membentuk anak cabang paling lambat pada 26 Juli 2020 untuk melaporkan kepada DPD PDIP Papua.

Dari 18 distrik yang ada, pengurus Anak Cabang sendiri didominasi dengan wajah-wajah baru. Untuk itulah, Jhon Tie, sapaan akrab Johannes Helyanan berharap agar semua pengurus dapat menunjukkan sikap dan loyalitas kepada partai, serta sanggup membesarkan nama partai.

“Tunjukan sikap loyalitas kepada partai dan sanggup membesarkan nama partai. Jadi tidak sekedar numpang lewat, dan jika orientasinya untuk mencari proyek atau imbalan jasa, itu tidak. Partai ini rumah kita, rumah aspirasi, rumah wong cilik. Kalau kita bekerja, maka kita akan merasakan kesejahteraan itu bersama rakyat,” papar Jhon Tie.

Dikatakanya, ke depan jika sampai enam bulan pengurus anak cabang tidak bekerja, maka akan dievaluasi. Jika tidak menunjukan loyalitas kepada partai, maka berdasarkan evaluasi, bisa dilakukan pergantian pengurus.

“Saya pertegas kita jangan sampai lalai dalam kewajiban. Seperti kewajiban iuran partai. PDIP adalah partai yang profesional, mengedepankan azas gotong royong. Bahkan kita diwajibkan untuk menyediakan kantor yang representatif,” imbuh Jhon Tie. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *