oleh

Setiap Kelurahan dan Kampung Hanya Boleh Punya Satu TPS

TIMIKA – Permasalahan sampah di Kabupaten Mimika memang masih menjadi permasalahan yang serius. Tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya belum begitu baik. Hal inilah yang membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) geram, karena Tempat Pembuangan Sementara(TPS) sampah yang disediakan dan ditentukan tidak dimanfaatkan baik oleh masyarakat di wilayah tersebut.

DLH kata Kepala DLH Mimika, Limi Mokodompit saat ditemui, Jumat (24/7) lalu mengatakan pihaknya bersama dengan kelurahan dan kampung telah sepakat menyiapkan satu TPS di masing-masing kelurahan/kampung, agar petugas tidak kewalahan.

“Pengangkutan sampah kita ini dua sampai tiga shift. Belum semua kelurahan menyediakan TPS yang sebelumnya kita minta untuk disiapkan, dimana satu kelurahan hanya boleh menyediakan satu TPS saja. Ada beberapa yang sudah menyiapkan, tetapi ada juga yang belum, masih dalam tahap sosialisasi kepada warganya,” kata Limi.

Jika hal ini sudah diterapkan, maka Mimika kata Limi akan semakin indah. Ia pun menargetkan sebelum Pesparawi dan PON tidak akan ada lagi TPS sembarang. Selain itu kelurahan yang sudah menerima bantuan motor sampah agar segera mengoperasikannya.

“Kalau alasannya bilang tempat tinggal saya jauh dari TPS kelurahan saya, kan kita sudah bagikan motor sampah to di masing-masing kelurahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mekanisme pengangkutan sampah menggunakan motor sampah harus disepakati dengan warga di masing-masing kelurahan. Warga menyiapkan tempat sampah di depan rumah dan petugas motor sampah keliling untuk mengangkutnya untuk kemudian dibawa ke TPS yang telah ditentukan kelurahan. Lalu petugas DLH mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Jika hal ini diterapkan dengan baik, maka tidak ada lagi yang mengeluhkan sampah.

“Masing-masing harus tetap bayar retribusi dan itu berdasarkan kesepakatan dengan warga untuk jumlahnya. Berjalannya hal ini tergantung pada kelurahan. Persoalan sampah ini adalah persoalan bersama, bukan hanya tanggung jawab DLH saja,” ungkapnya.

Berdasarkan Perda Nomor 11 Tahun 2012 tugas DLH adalah memilah, mengangkut dan membawa dan membuangnya ke TPA. Sementara untuk penertibannya dilakukan Satpol PP.(ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *