oleh

Disnak dan Keswan Pastikan 229 Ekor Sapi Siap Kurban

TIMIKA – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak dan Keswan) memastikan sebanyak 229 ekor sapi di Kabupaten Mimika, siap untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah Tahun 2020.

Kepastian terhadap 229 ekor sapi untuk kepentingan kurban tahun ini, dipastikan setelah tim Disnak dan Keswan yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinasnya, Ir Yosephine Sampelino memimpin langsung pemeriksaan ante-mortem di dua lokasi kandang penjualan sapi di SP4 dan SP1, Senin (27/7).

Berdasarkan  hasil ante-mortem, yakni pemeriksaan kesehatan hewan potong sebelum hewan disembelih, Ir Yosephine mengatakan dari hasil pemeriksaan, secara umum hasilnya baik. Disebutkanya, hanya ada dua ekor sapi yang kurus. Dua ekor sapi yang kurus di lokasi kandang milik Sawen di SP4 ini sendiri belum dijual, karena masih akan diternakkam terlebih dahulu. Dua ekor sapi ini dari masyarakat di beberapa Satuan Pemukiman. Namun, untuk sapi yang dijual demi kepentingan kurban, sebutnya memenuhi persyaratan.

“Umumnya sapi yang ada ini untuk dikurbankan memenuhi persyaratan,” ujar Yosephin.

Lanjutnya, dari total 229 ekor sapi yang siap dikurbankan tahun ini, berada di tiga lokasi penjualan, yakni di SP4 oleh Sawen sebanyak 104 ekor sapi dari Sorong dan 10 ekor sapi lokal, di SP 1 oleh Alimin sebanyak 99 ekor dari Sorong dan 3 ekor sapi lokal serta di Syamsudin berjumlah 13 ekor yang kesemuanya sapi lokal.

Untuk kegiatan pemotongan hewan kurban kata Yosephine, sesuai dengan petunjuk dari Pemerintah Pusat yakni Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 114/Permentan/PD 410/9/2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban, disebutkan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan kurban pada masa New Normal ini, telah disampaikan melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Keswan, Kementerian Pertanian dan  sudah disosialisasikan agar pemotongan hewan kurban dapat dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R).

Untuk Timika  sudah ada 3 unit RPH-R, yaitu ditempat penjualan sapi milik Sawen, Alimi dan Syamsudin.

Diharapkan Sapi yang dibeli di tiga tempat tersebut bisa dipotong di RPH-R, yang ada ditempat tersebut. Apabila ada masjid yang mau melaksanakan pemotongan hewan korban sendiri dan memenuhi ketentuan yang sudah dipersyaratkan, agar menyampaikan surat permohonan izin kepada Dinas Peternakan dan keswan Mimika. “Kemudian pihak dinas akan turun memeriksa apakah bisa memenuhi persyaratan yang sudah tertuang dalam surat edaran tersebut diatas,” jelas Yosephin.

Apabila memenuhi persyaratan ungkap Yosephin, maka pihak dinas  akan memberikan surat ijin Pemotongan Hewan kurban di mesjid bersangkutan, dan  sekaligus meminta surat pernyataan kesanggupan dari Panitia Kegiatan kurban di Mesjid bersangkutan, bahwa mereka sanggup  mengikuti aturan protokol kesehatan Covid,19 dan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.

Semua ini dilakukankan tambah Yosephine, agar pelaksanaan kegiatan kurban pada Hari Raya Idul Adha 31 Juli 2020, dapat terlaksana dengan baik, dan semua  umat muslim yang melaksanakan  kegiatan Kurban dan merayakan  Hari Raya Idul Adha tetap sehat, dan tetap bisa mencegah  penularan dan penyebaran Covid-19 ini. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *