oleh

Bupati Resmikan Ruang Isolasi Tekanan Negatif

* Di RSUD Mimika

* Pertama dan Satu-satunya di Papua

TIMIKA – Munculnya virus corona atau Covid-19 yang kini mewabah ke seluruh dunia, merupakan fenomena yang diluar dugaan. Negara maju sekalipun dibuat kelabakan. Apalagi di Mimika dengan fasilitas kesehatan yang terbilang masih minim.

Namun setelah Presiden Joko Widodo menetapkan status tanggap darurat pada Maret 2020 lalu, maka Pemerintah Daerah  Kabupaten Mimika dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng, SE MH mengeluarkan surat edaran Nomor 443.1/254 tentang langkah-langkah nyata dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menginventarisir kebutuhan terutama sarana dan prasarana penunjang kesehatan, termasuk di RSUD Mimika yang ditetapkan sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Papua berdasarkan Keputusan Gubernur Papua nomor 188.4/138 Tahun 2020.

Mengantisipasi lonjakan pasien sejak munculnya wabah, RSUD melakukan rehabilitasi ruangan, bahkan membangun gedung baru yang memenuhi standar sebagai ruang isolasi tekanan negatif yang diresmikan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH pada Rabu (5/8) kemarin.

Saat peresmian Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu juga menampilkan langkah penanganan Covid-19 oleh RSUD Mimika selama empat bulan terakhir dalam bentuk video yang disaksikan oleh Bupati bersama Forkopimda, para pejabat lingkup Pemda Mimika yang menghadiri acara peresmian kemarin.

Bupati Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan komitmen bersama sebagai bentuk kepedulian dan keseriusan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Mimika melalui pengadaan alat kesehatan, obat dan bahan medis habis pakai serta memenuhi sarana dan prasarana kesehatan serta pemberian insentif bagi petugas kesehatan yang menanganai Covid-19.

“Pemenuhan sarana dan prasarana yang hari ini kita syukuri adalah dengan pembangunan ruang isolasi tekanan negatif sebagai tempat perawatan pasien yang terpapar Covid-19. Serta tersedianya mess petugas siaga bencana yang merupakan tempat karantina bagi petugas yang langsung merawat pasien Covid-19,” terang Bupati Omaleng.

Bupati Omaleng menyebut, fasilitas ruang isolasi tekanan negatif di RSUD Mimika merupakan satu-satunya dan pertama di Papua. Dengan demikian secara bertahap, pemenuhan fasilitas RSUD Mimika sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah sakit regional wilayah adat Mee Pago dapat terwujud.

Pada kesempatan itu pula, Bupati mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang selama ini berjuang melawan virus corona di Kabupaten Mimika. Ia berharap dengan pemenuhan fasilitas dan sarana prasarana bisa menunjang kinerja.

Sementara itu Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu dalam laporannya mengungkapkan sejak ditetapkannya status tanggap darurat secara nasional pada Bulan Maret 2020 dan melalui instruksi Bupati, RSUD segera mengambil langkah-langkah persiapan pencegahan dan penanganan Covid-19. Antara lain mengidentifikasi kebutuhan perencanaan dan pelaksanaan.

Wabah Covid-19 ini merupakan hal yang baru pertama kali dihadapi. Sehingga diakui Anton, fasilitas sarana dan prasarana  yang tersedia belum maksimal bahkan belum tersedia, sehingga RSUD melakukan renovasi beberapa bangunan disesuaikan dengan kebutuhan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Beberapa gedung RSUD Mimika direnovasi seperti Gedung A4 untuk dijadikan isolasi sementara dan isolasi cadangan dengan kapasitas 43 tempat tidur, termasuk di dalamnya ruang hemodialisa atau ruang cuci darah, ICU dan kamar bersalin. Kemudian rehab kamar operasi.

Laboratorium juga direhab. Dimana sejak 12 Juni 2020, RSUD Mimika sudah secara mandiri melakukan pemeriksaan real time polymerase chain reaction (PCR). Dimana sampai saat ini sudah ada 1.640 sampel yang sudah diperiksa. Adanya mesin PCR di RSUD Mimika sangat membantu penanganan dan pencegahan Covid-19 di Mimika karena kecepatan diagnostik. Sebelumnya sampel selalu dikirim ke Jayapura dan diperlukan waktu cukup lama.

Gedung Elang juga direhab untuk membangun ruang isolasi tekanan negatif sebanyak 10 kamar dengan kapasitas 20 tempat tidur. Selain itu fasilitas dilengkapi sehingga sekarang ruangan dilengkapi sistem canggih. Pintunya tak perlu disentuh oleh petugas, tapi terbuka dengan sendirinya. Juga sudah disiapkan tempat untuk sterilisasi petugas. Sirkulasi udara pun sudah diatur.  “Kita patut bersyukur dan berbangga karena ruang isolasi tekanan negatif ini adalah pertama dan saat ini masih satu-satunya di Papua,” ujar Anton.

Anggaran pembangunan gedung isolasi tekanan negatif Elang dan mess petugas siaga bencana dengan sumber dana APBD Kabupaten Mimika. Gedung isolasi tekanan negatif Elang dibangun dengan total anggaran Rp 24.850.000.000 dengan kontraktor PT Karisma Sahaja. Pembangunan mess petugas siaga bencana total anggaran Rp 3,6 miliar dengan kontraktor PT Ayapo.

Untuk saat ini ruang isolasi tekanan negatif masih digunakan untuk isolasi pasien Covid-19. Tapi kedepan jika Covid-19 di Mimika pulih maka gedung akan digunakan untuk pasien infeksius seperti TB. “Atas nama seluruh pejabat dan staf RSUD Kabupaten Mimika kami ucapkan terima kasih kepada Bupati atas kebijakan dalam mendukung pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 di Mimika. Dengan memberikan fasilitas gedung yang dilengkapi dengan sistem canggih guna melaksanakan tugas dan tanggungjawab kami sebagai insan kesehatan. Ketua dan anggota DPRD, Forkopimda serta seluruh tim gugus tugas Covid-19 Mimika yang bersama-sama berupaya maksimal dalam memberikan kontribusi untuk pencegahan dan penanganan Covid-19,” tutupnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *