oleh

Semarakkan HUT RI, FORMI akan Tampilkan Tarian Kasuari

TIMIKA – Dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke 75, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Mimika memperkenalkan tarian lokal Kabupaten Mimika. Tarian yang akan dipromosikan adalah tarian Kasuari Kampung Iwaka. Perkenalan tarian kasuari dilakukan melalui penayangan di media sosial dengan tema “Mimika Maju dengan Tarian Budaya”. Kegiatan ini akan berlangsung hari ini, Selasa (18/8).

Dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat FORMI Mimika, Minggu (16/8) lalu, Wakil Ketua Umum FORMI Mimika, Jhon Lemauk mengatakan program promosi ini sifatnya melestarikan budaya Mimika dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-75. Sehingga pengurus dan panitia bekerja sama
dengan sanggar tari untuk mempromosikan tarian lokal dalam kancah nasional maupun internasional.

Kata dia, dampak yang diharapkan dari program ini bisa terjalin kerja sama dengan instansi atau lembaga-lembaga yang menyaksikan tarian lokal ini untuk pengembangan atau memperkenalkan kearifan lokal Mimika, khususnya dalam seni tari.

“Pelaksanaan kegiatan ini berbasis teknologi, sehingga penonton hanya bisa menyaksikan melalui youtube dan media sosial. Karena panitia dan pengurus harus mematuhi protokol Covid-19,” ucapnya.

Ia menyebutkan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk meningkatkan potensi kearifan lokal,
yang mana sanggar tari merupakan bagian dari FORMI.

“Sehingga kami pengurus dan panitia berharap dengan tampilan tarian kasuari yang ditampilkan 24 penari dari Sanggar Tari Iwaka Selasa mendatang (hari ini, red) dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Mimika maupun masyarakat Indonesia pada umumnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia HUT RI ke 75 FORMI Mimika, Christo Saklil mengatakan, tarian ini menampilkan fitur dan ornamen asli. Bahkan dalam kegiatan tersebut panitia melibatkan tim dari berbagai latar belakang profesi.

“Persiapan kami panitia kurang lebih satu setengah bulan. Dengan waktu yang cukup mepet dengan segala keterbatasan, kami coba survive, karena kami melihat potensi yang ada di Kabupaten Mimika adalah salah satu yang kita angkat adalah mengenai Mimika Maju dengan budaya melalui tarian,” jelasnya.

Ia menyebutkan, untuk pengambilan para penari ini lebih ke originalitas atau keasliannya, mulai dari ornamen yang digunakan, serta sarana pendukung lainnya.

“Karena menurut kami keasliannya memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Nanti petunjukan ini kami akan tayangkan melalui media sosial baik itu Facebook, Instagram dan akun Youtube resmi FORMI Mimika,” tandasnya.

Sementara itu pengawas kegiatan, Dominggus Kapiyau mengatakan peningkatan dan pelestarian budaya dan kearifan lokal sangat penting dilakukan. Karena selama ini sudah terkontaminasi dengan dan perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Sehingga dinilai perlu untuk dikembangkan tari-tarian lokal sebagai identitas diri suatau wilayah.

“Harapannya tidak ada duplikat dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab mengenai keaslian dari tarian kasuari baik dari gerakannya, ukiran dan aksesorisnya,” tegasnya.

Dalam konferensi pers tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum FORMI Mimika, Jhon Lemauk, Sekretaris FORMI Habel Taime, Ketua Bidang Organisasi, Marius Istia, Pengawas Kegiatan, Dominggus Kapiyau, Ketua Panitia Christo Saklil serta sejumlah pengurus FORMI Mimika lainnya.(itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *