oleh

New Normal Dilanjutkan, Gelar Acara Harus Izin

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng, SE MH bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sepakat tetap menerapkan new normal atau adaptasi hidup baru meski masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Mimika belum berakhir.

Berbeda dengan sebelumnya, jangka waktu status normal diberlakukan selama sebulan mulai 19 Agustus sampai 19 September 2020 mendatang. Kebijakan itu merupakan kesepakatan bersama dalam rapat evaluasi yang digelar Rabu (19/8) lalu di Hotel Grand Mozza dipimpin langsung oleh Bupati Eltinus Omaleng.

Bupati kepada wartawan usai pertemuan mengatakan, masa penerapan new normal selama sebulan tapi dengan catatan angka kesembuhan harus ditingkatkan dalam 10 hari kedepan. Bahkan ia memberi target, 165 pasien aktif sekarang ini bisa sembuh dalam sebulan kedepan.

Masa new normal yang sudah memasuki fase keempat ini mulai melonggarkan beberapa aktivitas termasuk tempat hiburan malam dan rumah bernyanyi. Alasannya untuk menghidupkan ekonomi. Tapi waktu beroperasi dibatasi hanya 12 jam mulai pukul 14.00 WIT sampai 02.00 WIT dini hari. Sementara aktivitas kegiatan belajar mengajar terutama di zona merah tetap menerapkan belajar dari rumah.

Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra mengungkapkan dasar perpanjangan new normal adalah angka reproduksi efektif Covid-19 di Mimika yang berada di bawah 1 yakni 0,99. Artinya ada kasus tapi tidak menularkan. Adapun kasus yang ditemukan adalah kasus impor yang menularkan di Timika dan tidak menunjukkan gejala.

Khusus Tembagapura dengan kasus tertinggi sekalipun memiliki 112 kasus aktif kata Reynold memiliki angka reproduksi jauh lebih rendah yakni 0,68. Tapi tetap saja mobilitas karyawan PT Freeport Indonesia akan dibatasi dengan mewajibkan PCR swab. Namun PTFI juga akan membuat zonasi hijau, kuning dan merah karena di Tembagapura juga terdapat beberapa wilayah.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari selaku Ketua Pokja Penegakan Protokol Covid-19 menambahkan dalam kesepakatan bersama juga ditetapkan aturan terkait pelaksanaan kegiatan yang melibatkan massa atau banyak orang.

Salah satunya pernikahan. Dimana setiap warga Mimika yang akan menikah, harus meminta izin kepada Tim Gugus Tugas melalui Pokja, setidaknya dua sampai tiga bulan. Pokja akan mengeluarkan rekomendasi jika pelaksana acara bisa menerapkan protokol kesehatan, salah satunya mengenai kapasitas ruangan, mewajibkan tamu memakai masker dan menyediakan fasilitas cuci tangan.

Sejak penerapan new normal dan dibukanya penerbangan, temuan kasus di Timika didominasi pelaku perjalanan. Bahkan Mimika kecolongan dua kasus, dimana penumpang dari Jayapura yang bukan warga Mimika ternyata positif Covid-19. Hasil swabnya baru diketahui setelah berada di Timika.

Menyikapi itu Kepala Dinas Perhubungan, Jania Basir Rantedanun mengatakan pintu masuk akan diperketat. Setiap penumpang yang masuk harus diskrining termasuk menjalani swab PCR. Harusnya kata dia, penumpang tidak boleh terbang sebelum hasil swab atau rapid test keluar. “Harusnya setelah ada hasil swab baru bisa melakukan perjalanan. Kalau tidak kita skrining di bandara dan semua penumpang yang belum keluar hasil swab diisolasi terlebih dahulu apakah di rumah atau shelter,” tegasnya.

Manager Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga yang turut hadir dalam pertemuan mengatakan dalam penerapan kebijakan, PTFI merujuk pada aturan yang diterapkan pemerintah.

Meskipun Tembagapura saat ini memiliki angka reproduksi Covid-19 berada di bawah 1 (satu) tapi dikatakan Kerry, pihak manajemen akan tetap menjaga agar karyawan tidak tertular. “Pada prinsipnya kita mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Setiap kejadian di area PTFI baik dataran tinggi maupun dataran rendah dilaporkan secara rutin kepada pemerintah melalui tim gugus tugas,” terangnya.

Reynold Ubra kembali menjelaskan bahwa kasus aktif memang kembali meningkat. Tapi tidak sama seperti Bulan Mei lalu yang berada di atas 200 kasus. Sekarang ini ada banyak kasus, tapi persentasenya menurun dari total tes yang dilakukan.

Jumlah pemeriksaan yang dilakukan di Mimika kata Reynold sudah melebihi dari yang diamanatkan Presiden yang ingin 1.000 tes per minggu. Di Mimika lebih dari 1.000 setiap minggu. Bahkan PTFI melalui Laboratorium Klinik Kuala Kencana melakukan tes di atas 250 sampai 300 tes per hari.

Terhitung mulai 19 Agustus juga, Dinkes Mimika sudah menandatangani surat kepada semua fasilitas kesehatan yang menangani pasien Covvid-19 baik RSUD, RS Tembagapura, Klinik Kuala Kencana maupun RSMM untuk menggunakan pedoman tata laksana Covid-19 terbaru yang bisa mendorong tingginya angka kesembuhan.

“Karena dengan dinyatakan tanpa gejala meskipun tidak melakukan swab, jadi 10 hari ditambah sekurang-kurangnya 3 hari tanpa menunjukkan gejala maka pasien Covid-19 dinyatakan selesai isolasi,” jelas Reynold. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *