oleh

Terkendala Lahan, Kelurahan Kwamki Belum Miliki TPS

TIMIKA- Kelurahan Kwamki hingga kini belum memiliki TPS karena masih terkendala lahan atau tempat. Hal itu terkait permintaan Dinas Lingkungan Hidup agar kelurahan/kampung, menyiapkan masing-masing satu empat Pembuangan Sementara (TPS) untuk mempermudah petugas kebersihan mengangkut sampah.

Warga kelurahan, yang terdiri dari 16 RT ini masih membuang sampahnya di depan jalan utama pada saat malam hari, dengan mengemasnya menggunakan plastik dan juga karung, agar tidak berserakan dan mengganggu pengguna jalan.

“Kemarin setelah saya masuk ke sini sebagai Lurah Kwamki memang sampah ini belum ada TPS. Jadi masih diletakkan di pinggir jalan, baik kiri maupun kanan setelah itu pagi baru dimuat oleh kendaraan sampah,” kata Kepala Kelurahan Kwamki, Piter H Kabey saat ditemui Radar Timika, Rabu (19/8).

Namun mantan Kepala Kelurahan Wanagon ini tetap berupaya, agar dalam waktu dekat Kelurahan Kwamki juga bisa memiliki TPS sendiri, seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa kelurahan yang ada di Distrik Mimika Baru.

Ia mulai melakukan diskusi dengan warga di RT 15 yang memiliki tanah yang cocok untuk dijadikan TPS. Pemiliknya pun sudah bersedia.

“Artinya kita beli tidak banyak, tapi mungkin ukuran satu kapling sehingga nanti angkutan sampah tidak lagi berhenti di sepanjang jalan mengangkut sampah. Tetapi tujuannya langsung ke RT 15. Angkutnya satu kali jalan saja. Jadi warga Kwamki kesana buang sampahnya bukan dipinggir jalan lagi,” jelasnya.

Sementara untuk motor sampah yang dibagikan DLH beberapa waktu yang lalu, dengan tujuan untuk mempermudah kelurahan mengatasi masalah sampah, hingga kini belum bisa digunakan karena rusak.

Padahal kata Piter seharusnya motor tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengangkut sampah dari masing-masing rumah warga, seperti yang sudah berjalan di beberapa kelurahan dengan menarik retribusi berdasarkan kesepakatan warga.

“Awalnya memang kita maunya begitu, tetapi ternyata motornya rusak. Jadi nanti kita akan bawa ke bengkel dulu, dan nanti baru kita bicarakan lagi dengan warga bagaimana,” tuturnya.

Ia mengatakan, persoalan sampah bisa diatasi jika ada kesadaran dan kerjasama serta komitmen dari semua warga, untuk tidak membuang sampah sembarangan dan membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan. Dan mengemasnya dalam plastik atau karung agar tidak berserakan. (ptb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *