oleh

Hindari Defisit, Kegiatan Belum Jalan Bakal Dipangkas

TIMIKA – Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada keuangan daerah. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 yang sudah ditetapkan Rp 4,3 triliun, diprediksi defisit. Sehingga pada APBD Perubahan yang tengah dirancang diproyeksi turun menjadi Rp 3,8 triliun sampai Rp 3,9 triliun.

Salah satu cara yang dilakukan Pemda Mimika untuk menghindari defisit adalah memangkas kegiatan yang dipastikan belum dijalankan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Itu ditegaskan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH usai memimpin rapat monitoring dan evaluasi pelaksanaan APBD Tahun 2020 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Senin (24/8).

Dalam rapat monitoring dan evaluasi, semua OPD memaparkan progres pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun keuangan. Berdasarkan data Bappeda, progres fisik secara keseluruhan baru mencapai 28,19 persen. Menurut Bupati, progres masih sangat minim.

Untuk itu menurut Bupati, kegiatan yang belum dijalankan oleh OPD dipertimbangkan untuk dicoret dan ditunda pelaksanaannya pada tahun ini. Besok, rapat akan kembali digelar untuk memastikan kegiatan mana saja yang bisa ditunda.

“Proyek mana yang tidak jalan akan dipangkas,” ujar Bupati.

Sekaligus lanjutnya, karena waktu yang sangat singkat maka Pemda akan menyusun Rancangan APBD Tahun 2021 secara bersamaan dan didorong ke DPRD untuk dibahas. “Kita mau dorong perubahan dan induk bersamaan,” tandasnya.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Nicolaas Kuahaty menambahkan berdasarkan data yang masuk di Bappeda, progres sekitar 28,19 persen. Namun beberapa OPD mengklarifikasi bahwa capaian sebenarnya sudah lebih dari itu. Sehingga data OPD dan Bappeda akan disinkronkan dan dievaluasi pada rapat besok.

Sekaligus kata Nicky sapaan akrab Nicolaas, pada rapat lanjutan setiap OPD harus memastikan pekerjaan atau kegiatan yang bisa ditunda dan tidak bisa diselesaikan di Tahun 2020 untuk dikerjakan pada Tahun 2021 mendatang.

“Memang apa yang dilakukan hari ini berkaitan dengan adanya Covid-19 yang berdampak pada refokusing dan realokasi anggaran kita. Misalnya ada kegiatan yang belum jalan bisa ditunda Tahun 2021, berarti itu akan mengurangi dampak defisit karena dampak Covid,” terangnya.

Bupati kata Nicky, menekankan perlunya akselerasi kegiatan fisik di lapangan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Artinya, dengan adanya aktivitas pekerjaan yang dijalankan oleh pemerintah akan membuat masyarakat bisa memiliki daya beli dan terjadi perputaran uang.

“Daya beli masyarakat sangat bergantung pada uang yang beredar di masyarakat. Sementara APBD kita penyerapan belum maksimal. Memang secara fisik di lapangan banyak pekerjaan sudah jalan. Tapi keuangan belum seimbang dengan fisik di lapangan. Kan seharusnya fisik dan uang yang diminta,” terangnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *