oleh

Disparbudpora Gelar Pelatihan Ukir dan Anyam

Bagi 80 Pengrajin

TIMIKA – Dalam rangka mengembangkan kesenian dan kebudayaan daerah khususnya Suku Amungme dan Kamoro, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika menggelar pelatihan ukir dan anyam.

Pelatihan yang diikuti 80 orang pengrajin dari 10 sanggar itu digelar selama tiga hari mulai Senin (24/8) hingga besok Rabu (26/8) di Gedung Tongkonan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari.

Saat membuka kegiatan, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan strategis mengingat Mimika memiliki kekayaan budaya bernilai kearifan lokal yang luhur serta memiliki ekspresi kebudayaan yang otentik dan beberapa lainnya merupakan hasil akulturasi.

Pelatihan ini kata dia merupakan wujud nyata bagaimana Pemda Mimika mengaktifkan kelompok sanggar Mimika dalam mempertahankan dan mempromosikan budaya daerah dengan melibatkan masyarakat asli Mimika agar bisa memanfaatkan kesempatan yang ada.

Ia berharap, seluruh peserta pelatihan untuk lebih guat menghasilkan dan mempromosikan hasil karyanya. Apalagi dalam menyambut even besar pada tahun depan yakni Pesparawi dan PON. Sehingga dengan sendirinya bisa mendorong dan menggerakkan kelompok masyarakat dalam beraktifitas untuk menunjukkan hasil karya ukir dan anyam sekaligus mengangkat nilai-nilai kekayaan budaya leluhur Mimika.

Sementara itu Ketua Panitia, Efraim Saria, SE MPd dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakannya pelatihan ukir dan anyam adalah untuk mendorong dan memacu masyarakat dalam berkreativitas di bidang seni ukir dan anya, Suku Amungme dan Kamoro.

Juga memberikan kesempatan kepada sanggar masyarakat untuk dibina di tingkat daerah sebagai usaha meningkatkan mutu seni yang dimiliki. Lewa pelatihan juga dapat diketahui peta perkembangan sanggar masyarakat dalam bidang kesenian sekaligus sebagai bahan evaluasi untuk penyusunan program kedepan. Yang terpenting ditegaskan Efraim adalah untuk mengangkat nilai-nilai kebudayaan lokal suku Amungme dan Kamoro secara regional, nasional dan internasional. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *