oleh

Dua Pemilik Tembakau Sintetis Diamankan Polisi

TIMIKA- Personel Sat Resnarkoba Polres, Rabu (19/8) lalu kembali mengamankan dua pelaku kasus kepemilikan narkotika, golongan I jenis tembakau sintites yang masing-masing berinisial ASM dan MS.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Mansur, SH yang ditemui Radar Timika, Senin (24/8) kemarin di ruang kerjanya menjelaskan, kronologis penangkapan kedua pelaku yang kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka itu.

Yang mana bermula saat pihaknya mendapatkan informasi bahwa tersangka ASM saat itu, hendak mengambil Narkotik golongan I jenis tembakau sintetis yang dikirim dari Makassar melalui salah satu jasa pengiriman barang.

Kemudian berdasarkan informasi itulah polisi langsung mengamankan tersangka ASM, saat hendak mengambil barang har tersebut di salah satu kantor jasa pengiriman barang di Jalan Budi Utomo.

“Setelah kita amankan tersangka ASM, kita lakukan pengembangan dan kita amankan lagi satu tersangka berinisial MS,”ujar AKP Mansur.

Lebih lanjut kata Kasat Resnarkoba, bahwa dari tangan kedua tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket tembakau sintetis seberat 10,20 gram, yang diselipkan di dalam baju kemeja, yang dikirim melalui jasa pengiriman barang.

“Barangnya mereka disimpan di dalam baju yang dikirim. Jadi modusnya mereka kirim baju, tapi barangnya mereka sisip di dalam baju,”ujarnya.

Menurut AKP Mansur, bahwa dari pengakuan kedua tersangka bahwa tembakau sintetis itu tidak mereka edarkan, melainkan untuk mereka gunakan sendiri.

“Untuk saat ini, sampel barang bukti sudah kita kirim ke Labfor Polda Papua untuk uji sampel, dan kita masih menunggu hasilnya,”ucap Kasat Resnarkoba.

Akibat perbuatan itu, kedua tersangka ASM dan MS dipersangkakan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar”.

Dan Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *